
NUSRAMEDIA.COM — Jumlah kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Kabupaten Lombok Barat, diperkirakan meningkat pada tahun 2026 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan, sepanjang tahun 2026 diproyeksikan sebanyak 25 kapal pesiar akan singgah di Pelabuhan Gili Mas. Angka tersebut meningkat dibandingkan 24 kapal pada 2025 dan 22 kapal pada 2024.
“Tahun lalu saya sempat ke Singapura bertemu dengan operator Royal Caribbean dan Holland America Line. Dua grup ini merencanakan tahun 2026 sebanyak 25 persinggahan,” ujar orang nomor satu di NTB tersebut.
Meski peningkatannya belum terlalu signifikan, Iqbal menegaskan ada sejumlah catatan penting yang menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Salah satunya adalah masih terbatasnya konektivitas dan atraksi wisata yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan kapal pesiar.
“Ada yang perlu kita perbaiki, salah satunya masih kurangnya atraksi. Kalaupun ada atraksi, belum terkoneksi antara satu tempat dengan yang lainnya,” kata Iqbal.
Menurut mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu, saat ini Lombok sebenarnya telah memiliki beberapa pertunjukan budaya. Namun, permasalahan utama yang masih dihadapi adalah konektivitas antar destinasi yang belum optimal.
Untuk itu, Iqbal mendorong terwujudnya pembangunan bypass port to port yang menghubungkan Pelabuhan Lembar dan Kayangan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas wisatawan kapal pesiar yang ingin mengunjungi berbagai destinasi di Pulau Lombok.
“Itulah mengapa koneksi internal harus kita perbaiki,” tegasnya. Selain konektivitas, Iqbal juga menyoroti keterbatasan jumlah kamar hotel di sekitar Pelabuhan Gili Mas. Ia menilai kapasitas akomodasi yang ada saat ini belum sebanding dengan lonjakan wisatawan yang datang secara bersamaan.
“Sekali datang bisa 4.000 wisatawan, sementara kita belum punya kamar sebanyak itu. Apalagi saat high season seperti sekarang. Di Senggigi belum mencukupi, ada di Mataram tetapi jaraknya cukup jauh. Ini pembenahan yang harus kita lakukan,” pungkas Iqbal.
■ KAPAL PESIAR TERBESAR DUNIA SANDAR DI GILI MAS
Untuk diketahui, ssbelumnya Kapal pesiar Ovation of the Seas menjadi kapal pesiar terbesar yang singgah di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, pada awal 2026. Kapal berbendera Bahamas itu sandar pada Jumat (02/01/2026) lalu sekitar pukul 07.55 Wita dan menjadi kapal pesiar pertama yang masuk ke Indonesia pada tahun ini.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Lembar, Kunto Wibisono, mengatakan Ovation of the Seas merupakan kapal pesiar terbesar yang masuk ke Indonesia sepanjang 2026. “Kapal yang pertama hari ini, kapal Ovation of the Seas ini kapal terbesar yang masuk di 2026,” ujarnya di Terminal Penumpang Gili Mas Lembar.
Kapal dengan kapasitas sekitar 4.600 penumpang dan 1.500 kru tersebut dijadwalkan bertolak menuju Singapura pada pukul 23.00 Wita. Kunto menyebutkan rata-rata kapal pesiar yang singgah di Gili Mas berada di pelabuhan selama sekitar 12 jam. “Rata-rata kapal cruise yang singgah di Gili Mas ini sampai 12 jam,” paparnya. Ia juga mengakui bahwa pada 2025 lalu terdapat dua kapal pesiar yang sempat menginap di pelabuhan Gili Mas. (*)













