
NUSRAMEDIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung meninjau pembangunan jembatan di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, yang sebelumnya rusak akibat terjangan banjir.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pemulihan pascabencana, terutama pada infrastruktur vital yang menjadi urat nadi mobilitas dan ekonomi masyarakat.
Jembatan Perigi merupakan akses strategis yang menghubungkan Kecamatan Suela dan Pringgabaya. Jalur ini setiap hari digunakan oleh pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat yang mengakses layanan kesehatan seperti Puskesmas.
Tak hanya itu, jembatan tersebut juga menopang distribusi hasil pertanian warga—mulai dari jagung, srikaya, hingga komoditas lainnya—yang perputaran ekonominya disebut mencapai miliaran rupiah per tahun.
Setibanya di lokasi, Gubernur disambut antusias warga bersama Kepala BPBD Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial Lombok Timur. Kabar baiknya, jembatan darurat tersebut telah rampung dan siap digunakan masyarakat.
Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa penanganan pascabanjir harus berorientasi pada pemulihan kehidupan warga secepat mungkin.
Ia menjelaskan, jembatan darurat di Perigi dibangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana, termasuk pembiayaan mobilisasi dan pemasangannya.
“Fokus kita adalah menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB agar pengerjaannya dipercepat,” ujar Miq Iqbal.
Ia mengungkapkan, material jembatan sempat berada di Jawa sehingga membutuhkan waktu untuk mobilisasi. Pada masa darurat, warga bahkan membuat akses sementara dari bambu.
Namun berkat kerja cepat lintas pihak, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari. Gubernur juga meminta agar segera dilakukan penyempurnaan, seperti pemasangan pembatas pengaman dan pembangunan tangga oleh BPBD Lombok Timur demi keselamatan masyarakat.
Respons cepat pemerintah disambut rasa syukur warga. Sidik, salah seorang warga Desa Perigi, menyampaikan apresiasinya. “Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya janji pemerintah lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur,” tuturnya.
Usai dari Perigi, Gubernur melanjutkan kunjungan ke Desa Jurit untuk meninjau jembatan yang juga putus akibat banjir. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.
Miq Iqbal menegaskan, akses ini harus segera dipulihkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi warga, terlebih Lendang Nangka Utara masih masuk wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi. “Ini akan segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur. Harus ada solusi sementara dan solusi permanen,” tegasnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur juga melaksanakan Salat Jumat sekaligus bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Dusun Benteng Selatan, Desa Lendang Nangka Utara.
Ia mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong, khususnya membersihkan saluran air dan sungai dari sampah serta sedimentasi sebagai langkah mitigasi bencana ke depan. Di dua lokasi kunjungan, Gubernur turut menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak dari Dinas Sosial P3A Provinsi NTB dan Baznas Provinsi NTB.
■ PERHATIAN MERATA
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsnaul Khalik, memastikan bahwa penanganan kerusakan akibat banjir di wilayah lain, termasuk di Pulau Sumbawa, akan didukung melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026, disesuaikan dengan tingkat kerusakan, dampak langsung bagi masyarakat, serta ketersediaan anggaran.
Dalam waktu dekat, Gubernur NTB juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa yang terdampak banjir, sebagai bagian dari komitmen memastikan pemulihan berjalan merata di seluruh NTB. (*)













