HEADLINE

Mengenal Lebih Dekat Atlet Termuda NTB

Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi (Baju Putih) dan Syanas Jasmine De Carvalho Atlet dari Cabor Sport Dance NTB (baju abu-abu). (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Tak banyak diketahui, ternyata Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki atlet termuda dalam dunia olahraganya. Betapa tidak, usianya masih 11 tahun. Dia bernama Syanas Jasmine De Carvalho.

Ia kerap disapa dengan panggilan Syanas. Syanas sendiri merupakan atlet dari cabang olahraga (cabor) Sport Dance NTB. Bersama lainnya, Syanas akan berlaga di PON XXI 2024. Syanas sendiri lahir pada 3 September 2012 di Lombok.

Ia bergama Islam, dan kini masih duduk dibangku Kelas VI Sekolah Dasar (SD) yaitu tepatnya sebagai peserta didik di SDK St Antonius Ampenan. Syanas merupakan anak semata wayang dari pasangan Carlos Alberto Ferreira De Carvalho dan Hasmiana Habli De Carvalho.

Meski masih duduk dibangku SD, Syanas nampak piawai dalam berdansa. Selain itu, ia memiliki tinggi badan yang cukup bagus. Sehingga setiap gerakan pada saat berlatih bersama kawan-kawannya, Syanas mampu menunjukkan potensi terbaiknya.

Selain berparas cantik dan manis, atlet termuda NTB tersebut adalah sosok yang sangat santun dalam berucap maupun bersikap. Dia menceritakan sedikit perjalanan sehingga kini bisa menjadi bagian salah satu seorang atlet NTB.

Baca Juga:  Achmad Puaddi Siap Lanjutkan Pengkhidmatan Sang Kakak

Menurut Syanas, sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, ibunya sempat mengajak untuk belajar berdansa. Diawal itu, Syanas sendiri mengaku tidak ingin sama sekali mengenal dunia dance. “Awalnya mama pengen ngajak,” katanya.

“Pas waktu pertamanya itu Syanas kayak nggak pengen, tapi waktu Syanas lihat kakak-kakak senior dansa, Syanas ngerasa ikut tertarik mau ikut dansa,” sambungnya menceritakan awal ketertarikannya dalam dunia olahraga dance.

Ketertarikan itupun muncul pada saat ia berumur sekitar 9/10 tahun, yakni sekitar 2021 lalu. Menurut dia, dalam lingkup keluarga, khususnya orang tua sendiri tidak ada yang menggeluti dansa secara fokus. Begitupun hal ibunya sendiri.

Dalam dunia dansa, Ibunya pun hanya sebatas untuk hiburan semata. “Nggak ada (murni atlet dansa dari lingkup orang tua). Cuma kalau mama si dansa buat have for fun aja dengan ibu-ibu (rekan-rekan ibunya),” tuturnya.

Ketertarikan dalam dunia dansa akhirnya semakin memuncak, yang mana saat itu Syanas ikut bersama salah satu sosok seorang pelatih bernama Laras. “Syanas ikut sama coach Kak Laras,” ungkapnya.

Baca Juga:  Warga Sumbawa Diimbau Segera Datangi Faskes Jika Ada Korban HPR

“Awalnya sama Kak Laras, lama-lama (sering ikut latihan bersama) Syanas dapat pasangan sama Kak Rizky. Dan pertama kali ikut kompetisi itu di Solo,” lanjutnya menceritakan sedikit kisah perjalanannya menggeluti olahraga dansa.

Syanas mengaku sangat menyukai olahraga dansa. Bahkan hingga saat ini, ia mengaku belum menemukan sebuah kesulitan yang begitu berarti. Hanya saja, memang tak ditampiknya, masih ada “PR” yang masih perlu terus untuk di asah supaya maksimal.

“Kalau kesulitan, nggak ada sih kesulitan. Mungkin tinggal teknik sama (pola) pernafasan aja (yang perlu terus diperbaiki),” katanya polos sembari tersenyum kepada awak media sedikit gerogi.

Lebih jauh disampaikan Syanas, bahwa performa tim atau para atlet cabor sport dance NTB hingga kini semua dalam kondisi yang sangat baik. Bahkan terus berlatih secara maksimal. Dengan harapan, pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumut nanti mendapatkan hasil prestasi maksimal.

Baca Juga:  DKP Gelar GPM di Lombok Barat

Mengingat tidak lama lagi, ia dan para atlet NTB lainnya akan berlaga di PON XXI 2024 ini, Syanas meminta do’a dan dukungan kepada seluruh elemen, khususnya masyarakat NTB. “Untuk itu, Syanas mohon do’a dan dukungannya,” demikian.

Sekedar informasi, setelah mengunjungi para atlet dari sejumlah cabor lainnya, Ketua Umum KONI Provinsi NTB, H. Mori Hanafi juga mengunjungi sekaligus memotivasi para atlet Sport Dance NTB saat berlatih di salah satu Aula Hotel Cristal Mataram sekitar pukul 19.30 Wita.

Kedatagan Mori Hanafi disambut dengan penuh semangat serta kegembiraan oleh para atlet dan pelatih Sport Dance. Setelah melihat kondisi dan memotivasi para atlet Sport Dance, Mori Hanafi mengaku optimis, cabor tersebut akan mampu meraih medali emas pada PON XXI 2024.

“Ini luar biasa. Optimis kita cabor ini akan meraih emas. Mudah-mudahan semuanya, terutama kondisi tetap baik, sehingga para atlet-atlet kita dapat berlaga dan meraih prestasi hasil yang maksimal,” demikian singkat Mori Hanafi. (red)