Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa sekaligus Ketua DPD PKS Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov., mendorong generasi muda mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan budaya Kesamawaan menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028.

Kabupaten Sumbawa akan menjadi tuan rumah agenda nasional tersebut pada 2028. Momentum ini dinilai perlu dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap sejarah, situs, dan kekayaan budaya Sumbawa.

“Nilai budaya Kesamawaan atau budaya tentang Sumbawa harus terus kita dorong untuk tetap tumbuh dan lestari oleh generasi-generasi muda. Pemerintah harus mendukung ini,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Sumbawa tersebut.

Generasi Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Budaya

Menurut Nanang, generasi muda memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah. Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang bagi anak muda, komunitas budaya, dan masyarakat untuk mengenal serta mengembangkan kekayaan budaya Sumbawa.

Baca Juga:  Bank NTB Syariah Dukung Optimalisasi Pendapatan Pemprov NTB dari Sektor Perikanan dan Kelautan

Pelestarian budaya, kata dia, tidak cukup hanya berpusat di kawasan perkotaan. Perhatian pemerintah perlu diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa yang menyimpan banyak situs serta nilai budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Sumbawa.

“Pelestarian budaya lokal harus menyentuh sampai ke tingkat kecamatan dan desa. Karena di sana juga banyak situs dan nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumbawa,” katanya.

JKPI 2028 Harus Beri Manfaat Jangka Panjang

Selain mendorong pelestarian budaya, Nanang meminta pemerintah menyiapkan master plan yang matang sebelum pelaksanaan Rakernas JKPI 2028. Menurutnya, perencanaan tersebut penting agar setiap langkah pelestarian memiliki arah yang jelas dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Zaenul Hamdi : Pemerataan Infrastruktur dan Distribusi Guru Jadi Kunci Pendidikan NTB

“Pada prinsipnya kami mendukung pelaksanaan Rakernas JKPI 2028 dan revitalisasi Istana Dalam Loka. Tetapi sebelum pelaksanaannya, kita harus memiliki master plan yang matang, sehingga apa yang kita lakukan jelas arahnya dan kebermanfaatannya betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Revitalisasi Dalam Loka, Nilai Sejarah Harus Tetap Terjaga

Nanang juga menaruh perhatian terhadap revitalisasi Istana Dalam Loka sebagai salah satu pusaka penting Sumbawa. Ia meminta pemerintah memastikan proses revitalisasi tetap menjaga nilai sejarah dan karakter asli bangunan tersebut.

Baca Juga:  Mandalika Jadi Sekolah Dunia, Marshal Lokal NTB Kini Dipercaya di Ajang Internasional

Menurutnya, revitalisasi memang penting, tetapi pelaksanaannya tidak boleh menghilangkan nilai yang melekat pada situs-situs bersejarah. Identitas sejarah dan budaya harus tetap menjadi bagian utama dalam setiap upaya pembenahan.

“Revitalisasi itu penting, tetapi jangan sampai revitalisasi justru menghilangkan nilai dari situs-situs yang ada. Nilai sejarah dan budaya yang menjadi identitasnya harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Momentum Memperkuat Pelestarian Budaya Kesamawaan

Melalui pelaksanaan JKPI 2028, Nanang berharap upaya pelestarian budaya Sumbawa semakin kuat dan berkelanjutan. Pemerintah, generasi muda, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat mengambil peran bersama agar budaya Kesamawaan terus tumbuh dan lestari di tengah perubahan zaman. (*)