Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan, H. Tarmidzi, S.Kom., ME, hadir sebagai salah satu narasumber utama bersama Heny Diliana Indu, S.Adm., dan Kusnadi, SH., MH., dari jajaran Bidang Pemuda Dikpora NTB. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan peluang ekonomi di tengah perkembangan era digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa dalam menggelar Pelatihan Kewirausahaan Muda dengan tema “Membangun Generasi Muda Kreatif, Inovatif dan Mandiri Menuju Wirausaha Sukses di Era Digital.”

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Agustus 2026, tersebut digelar di Rumah Makan Goa, Kabupaten Sumbawa, dan diikuti 25 peserta pilihan dari berbagai kalangan pemuda di wilayah setempat, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membangun pola pikir kewirausahaan sekaligus membekali pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan praktis agar tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja.

Pemuda Harus Berani Memulai dan Membangun Jaringan

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan, H. Tarmidzi, S.Kom., ME, hadir sebagai salah satu narasumber utama bersama Heny Diliana Indu, S.Adm., dan Kusnadi, SH., MH., dari jajaran Bidang Pemuda Dikpora NTB.

Dalam paparannya, Kabid Pemuda membedah berbagai strategi penting dalam membuka dan mengelola usaha. Menurutnya, seorang entrepreneur harus memiliki keberanian untuk mencoba, kemampuan membangun jaringan atau networking, serta konsistensi dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

Keberanian untuk memulai menjadi salah satu modal terpenting. Sebab, tidak sedikit gagasan usaha yang berhenti sebagai wacana karena seseorang terlalu lama menunggu kondisi yang dianggap sempurna.

“Jangan menunggu semuanya sempurna untuk memulai. Mulailah dari apa yang kita miliki, kembangkan potensi tersebut melalui tindakan, dan terus belajar dari setiap proses,” menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dalam pelatihan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa keahlian tidak lahir secara instan. Diperlukan latihan, ketekunan, evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Konsep tersebut dikaitkan dengan gagasan Malcolm Gladwell mengenai pentingnya ribuan jam latihan untuk mencapai tingkat penguasaan.

Namun, bagi pemuda yang memiliki semangat dan strategi belajar yang tepat, proses tersebut dapat ditempuh lebih efektif melalui latihan yang terarah, konsisten, dan penuh disiplin.

Baca Juga:  Sambirang Ahmadi : DPM Harus Jadi Sekolah Demokrasi, Bukan Arena Perebutan Jabatan

Jangan Hanya Bekerja, Bangun Cara Berpikir Seorang Pengusaha

Para peserta juga diajak mengubah cara pandang terhadap pekerjaan dan proses membangun karier. Kemajuan seseorang, terutama ketika bekerja dalam sebuah tim, tidak cukup hanya diukur dari seberapa besar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan bayaran yang diterima.

Lebih dari itu, diperlukan inisiatif, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir jauh ke depan. Seorang pemuda yang ingin berkembang harus terbiasa mempersiapkan pekerjaan sebelum hari kerja dimulai.

Ia perlu memikirkan prioritas, memprediksi potensi masalah, mengevaluasi kesalahan yang pernah terjadi, serta menentukan keterampilan apa yang harus terus dilatih.

“Segala sesuatu dimulai dari potensi, kemudian diwujudkan melalui tindakan. Dari tindakan lahir hasil, dan hasil tersebut pada akhirnya diperkuat oleh keyakinan,” menjadi prinsip yang ditekankan dalam pembekalan tersebut.

Untuk menjadi seorang yang benar-benar menguasai bidangnya, setidaknya terdapat tiga hal yang harus berjalan beriringan, yakni pengetahuan yang luas, watak atau karakter yang baik, serta tindakan nyata.

Ketiganya kemudian perlu dipadukan dengan gaya dan karakter khas masing-masing. Dari sanalah seorang pemuda dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keahlian, identitas, dan kemampuan bersaing.

Pemuda Bukan Sekadar Pencari Kerja, tetapi Pencipta Lapangan Kerja

Pemuda merupakan aset sekaligus pelopor pembangunan daerah. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, peluang untuk membangun usaha semakin terbuka luas.

Karena itu, pemuda tidak cukup hanya dibekali pengetahuan akademik. Mereka juga membutuhkan pola pikir kreatif, keberanian mengambil peluang, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi digital.

“Kreativitas dan inovasi adalah kunci keberhasilan berwirausaha saat ini. Generasi muda harus berani berinovasi, memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar, serta membangun kemandirian melalui usaha yang dikelolanya. Dengan semangat itu, kita yakin akan lahir banyak pengusaha muda yang sukses dan mampu berkontribusi bagi kemajuan NTB,” ujar Ajik, sapaan akrabnya.

Menurutnya, penguatan kewirausahaan pemuda bukan sekadar untuk menciptakan pelaku usaha baru, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB.

Baca Juga:  Tanggapi Abdul Rahim : Sekretaris Fraksi Demokrat NTB : "Kayak Dangdut Lagu Ayu Ting Ting : Salah Alamat"

Sumbawa Siapkan Generasi Pengusaha Masa Depan

Pelatihan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irfan, SP., MM., didampingi Kabid Kepemudaan, Hj. Nuwahidah, S.Pd.

Dalam sambutannya, Muhammad Irfan menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah kemajuan daerah.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang, bukan ancaman. Dengan kreativitas dan kemampuan beradaptasi, pemuda dapat mengubah perkembangan teknologi menjadi kekuatan untuk membangun usaha dan membuka peluang ekonomi baru.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi pencari kerja, melainkan pencipta kerja. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menggali potensi diri, meningkatkan semangat kewirausahaan, dan memanfaatkan kemajuan teknologi agar mampu bersaing dan meraih kesuksesan berwirausaha di era digital,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal lahirnya wirausahawan muda Sumbawa yang tangguh, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian materi hingga selesai agar memperoleh berbagai gagasan baru yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Dapatkan ide-ide brilian, ciptakan branding personal yang kreatif, dan tetap yakin dengan imajinasi, kreativitas, serta kemampuan diri. Dengan proses itu, kita berharap hasil yang diinginkan dapat diwujudkan,” tuturnya.

Kreativitas, Inovasi, dan Kemandirian Jadi Modal Utama

Pada sesi berikutnya, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Sumbawa, E.S. Adi Nusantara Husainy, S.Sos., MT., memberikan materi mengenai peluang kewirausahaan di tengah perkembangan ekonomi digital.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menjalankan usaha. Batas geografis semakin tidak menjadi hambatan, informasi dapat diperoleh dengan cepat, sementara pasar yang dapat dijangkau semakin luas.

Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan hasil apabila dimanfaatkan dengan kreativitas, inovasi, dan kemandirian.

“Kreativitas berarti mampu menciptakan sesuatu yang baru, berbeda, dan bernilai. Inovasi adalah keberanian memperbarui cara berpikir dan cara bekerja agar lebih baik dan lebih efisien. Sedangkan kemandirian adalah keberanian berdiri di atas kaki sendiri, berani mengambil langkah, dan tidak takut menghadapi tantangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Inspektorat Sumbawa Matangkan Penilaian Lomba Pariwara Anti Korupsi 2026

Ia mengajak para pemuda untuk tidak takut memulai usaha dari skala kecil. “Beranilah memulai. Jangan menunggu sempurna untuk memulai, tetapi mulailah untuk menjadi sempurna. Banyak usaha besar berawal dari langkah kecil yang sederhana,” katanya.

Menurutnya, teknologi digital juga harus dimanfaatkan secara optimal. Internet, media sosial, dan berbagai platform digital dapat digunakan untuk memperkenalkan produk, membangun merek, sekaligus memperluas pasar.

“Teknologi adalah alat yang sangat ampuh untuk mengembangkan usaha tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar,” ujarnya.

Pemkab Sumbawa Siap Dampingi Pemuda Berwirausaha

Dinas Koperindag Kabupaten Sumbawa, lanjutnya, juga membuka ruang pendampingan bagi para pemuda yang ingin mengembangkan usaha.

“Kami dari Dinas Koperindag siap mendampingi dan memfasilitasi para pemuda yang ingin berwirausaha. Kita bisa saling membantu, saling berbagi pengalaman, dan saling menguatkan,” tegasnya.

Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya ekosistem kewirausahaan pemuda yang berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.

Pada akhirnya, keberhasilan program kewirausahaan pemuda bukan hanya ditandai oleh banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi oleh seberapa banyak ide yang benar-benar berubah menjadi usaha, seberapa banyak usaha yang mampu bertahan dan berkembang, serta seberapa besar kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat.

Melalui penguatan kapasitas, pendampingan, pemanfaatan teknologi, dan keberanian untuk memulai, Pemprov NTB terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi perubahan zaman, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi.

Dari Sumbawa, semangat itu diharapkan tumbuh menjadi gerakan yang lebih besar: pemuda yang berani bermimpi, berani memulai, berani berinovasi, dan akhirnya mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Dikpora untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pemuda di berbagai bidang, termasuk kewirausahaan, guna mewujudkan pemuda NTB yang maju, mandiri, berkualitas, berdaya saing, dan turut mendukung terwujudnya NTB makmur mendunia. (*)