Seleksi tersebut dipimpin Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dinas Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., selaku Ketua Tim, bersama jajaran dewan juri. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Empat pemuda dari Kabupaten Sumbawa menunjukkan beragam inovasi dan gagasan dalam Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026. Penilaian terhadap para finalis berlangsung selama dua hari, 28–29 September 2026, dengan kunjungan langsung ke lokasi kegiatan masing-masing finalis.

Seleksi tersebut dipimpin Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dinas Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., selaku Ketua Tim, bersama jajaran dewan juri. Menurut H. Tarmidzi, penilaian tingkat provinsi dilakukan secara langsung di lapangan untuk melihat secara utuh gagasan, proses, inovasi, hingga dampak kegiatan yang telah dilakukan para Pemuda Pelopor Desa di tengah masyarakat.

“Seleksi tingkat provinsi ini wajib dilakukan dengan melihat secara langsung di lapangan apa yang disajikan para finalis, termasuk gagasan, proses, inovasi, serta dampak kegiatan para Pemuda Pelopor Desa di tengah masyarakat,” ujar Tarmidzi, Rabu (30/06/2026).

Empat finalis asal Kabupaten Sumbawa mengikuti seleksi dengan bidang kepeloporan yang beragam. Pada bidang Kewirausahaan, Muhammad Khoiri dari Desa Labuan Badas mengembangkan pemanfaatan limbah kelapa. Bagian kelapa, termasuk isi dan kulitnya, diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga:  Bank NTB Syariah dan Kementerian PKP Perkuat Sinergi Pembiayaan Perumahan di NTB

Sementara itu, pada bidang Lingkungan, Sakinah Maulidya, S.P., M.Si., dari Desa Kakian, Kecamatan Moyo Hilir, mengembangkan pengolahan sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Pada bidang Sosial Kemasyarakatan, Ziyad Nauvan Zarkasi mengangkat pemberdayaan kelompok disabilitas melalui usaha percetakan. Gagasan tersebut diarahkan untuk membuka ruang pemberdayaan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kelompok disabilitas.

Ketiga finalis tersebut menjalani penilaian pada 28 September 2026. Selanjutnya, pada 29 September, penilaian dilanjutkan terhadap Meilani Fitria, S.Pd., M.Sn., pada bidang Seni dan Budaya. Meilani bergerak dalam pengembangan seni tari, teater, musik, festival, serta rumah adat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan penguatan seni tradisi di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Lima Fraksi DPRD Sumbawa Desak Manfaat PT AMNT Dirasakan Nyata oleh Masyarakat

Beragam inovasi yang ditampilkan keempat finalis tersebut menunjukkan bahwa kepeloporan pemuda di desa dapat tumbuh dari berbagai potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Mulai dari pemanfaatan limbah, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan sosial, hingga pelestarian seni dan budaya, para pemuda Sumbawa menghadirkan gagasan yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

Tarmidzi juga mengungkapkan bahwa setiap kabupaten yang dikunjungi tim penilai selalu menghadirkan pengalaman dan cerita tersendiri. Selain melakukan penilaian, tim juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan keluarga para finalis dan masyarakat yang ikut mendukung kegiatan.

“Kami dari tim penilai provinsi mendapatkan teman-teman baru dan kenalan baru, termasuk dari keluarga finalis Pemuda Pelopor,” kata Mas Ajik kerap Kabid Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan itu disapa.

Suasana penilaian di Sumbawa juga semakin semarak dengan kehadiran Putri Remaja Indonesia NTB 2026 yang turut mendampingi kegiatan. Setelah sebelumnya hadir Kezia dan Aura di Kabupaten Sumbawa Barat, kali ini Ratu Raya dan Alifia ikut mendampingi kegiatan di Sumbawa Besar.

Baca Juga:  Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Dijadwalkan Orasi Ilmiah pada Puncak Jamnas APWI IV

“Kehadiran mereka turut menambah semangat para finalis sekaligus membuat suasana penilaian semakin meriah. Masyarakat sekitar juga tampak antusias menyaksikan proses penilaian yang berlangsung secara terbuka di lokasi kegiatan para finalis,” ujarnya.

Usai menyelesaikan penilaian di Kabupaten Sumbawa, Tim Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Dompu untuk melakukan penilaian berikutnya. Agenda kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Bima hingga 2 Oktober 2026.

Pada 3 Oktober 2026, tim dijadwalkan kembali ke Mataram untuk mempersiapkan rangkaian penilaian berikutnya di Pulau Lombok. Rangkaian seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung kiprah pemuda di berbagai desa di NTB, sekaligus mengidentifikasi gagasan dan inovasi yang berkembang dari masyarakat desa melalui peran aktif generasi muda. (*)