

NUSRAMEDIA.COM — Anak dari Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nusa Tenggara Barat menyatakan kesiapannya bakal maju bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Weis Arqurnain adalah anak bungsu dari Muzihir. Dia menegaskan akan tampil nyalon legislatif (nyaleg) lewat PPP menuju DPRD Kota Mataram melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Ampenan.
Ada beberapa hal yang membuatnya terdorong sehingga terjun di dunia politik. Pertama, ia mengaku prihatin dengan kebijakan pemerintah. Terutama terhadap dunia pendidikan.
Dia menilai, porsi anggaran bagi pendidikan belum begitu diperhatikan serius dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Miris melihat kebijakan pemerintah,” ujarnya di Mataram.
Oleh karenanya, Weis Arqurnain menegaskan tak hanya ingin melakukan kritik semata. Namun, menurut dia, cara efektif untuk turut serta mengubah kebijakan pemerintah itu dirinya menyatakan harus masuk di dalam sistem.
Dikatakannya, cara terbaik melakukan perubahan pada politik anggaran adalah dengan terlibat di dalam proses pembuatan kebijakan. Anggota dewan memiliki tiga fungsi, yang mana salah satunya yakni fungsi budgeting.
Disini, menurut dia, dewan memiliki peran dalam memastikan agar anggaran di sektor pendidikan tersedia di APBD. “Saya kira ini adalah cara terbaik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegas Weis Arqurnain.
Selain itu pula, ia berkeinginan kuat dapat membangun sistem pendidikan keagamaan yang fokus membina karakter generasi muda. Dimana pemerintah daerah melalui anggaran terlibat aktif mensupport pendidikan karakter ini.
“Pendidikan karakter kita saat ini rentan, melahirkan generasi yang glamor dan suka foya-foya. Bagaimana tidak, anak muda kita begitu dekat dengan dunia luar melalui ponsel mereka yang menghadirkan konten-konten yang tidak mendidik,” tuturnya.
Maka dari itu, menurut Weis Arqurnain, generasi milenial tidak boleh dibiarkan semahunya menyerap informasi dunia luar tanpa kemampuan menyaring informasi yang baik. Tetapi mesti diarahkan dan dirangkul.
Agar, masih kata dia, budaya ketimuran yang menjadi kebanggaan bangsa terpelihara dengan kokoh. Sekalipun politik dunia yang baru, mengingat selama ini fokus mengenyam pendidikan agama, Weis tidak mempersoalkannya.
Baginya segala hal dapat dipelajari terlebih ia punya mentor politik yang juga ayahnya tempat mempelajari dunia baru ini. Sekedar informasi, saat ini kesibukan Weis masih menempuh pendidikan S2 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur.
APA KATA SANG AYAH?
Sementara itu, Muzihir sebagai sang ayah mengatakan tidak pernah memaksa putranya tersebut masuk ke dunia politik. Keputusan ini merupakan pilihan sendiri dengan harapan dapat memberi kontribusi bagi masyarakat.
Sebagai orang tua, dia menegaskan tetap mendukung apa yang menjadi jalan yang ditempuh anak bungsunya tersebut. “Mungkin karena saya politisi, dia mewarisi gen politisi,” ujar Muzihir tersenyum.
Pria yang juga kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB itu berharap, dengan masuknya Weis Arqurnain dalam dunia politik diharapkan dapat memberi warna sekaligus memotivasi semangat milenial lainnya berani terjun dalam dunia politik.
“Mungkin ini cara dia (Weis Arqurnain) agar tidak terus menjadi penonton dan mencoba berkiprah melalui legislatif,” kata Muzihir. Masuknya Weis juga diharapkan dapat menjadi warna politik. Menghadirkan politik yang santun dan tidak menebar kebencian pada lawan politik yang lainnya.
Muzihir berharap terjunnya Weis dalam politik akan memberi pelajaran berharga bagaimana berbuat bagi masyarakat. “Saya didik sejak kecil agar terbisa bagaimana mengurus pondok pesantren yang berkualitas,” tutupnya. (red)













