
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, resmi membuka Festival Budaya Paroso di Panggung Seni Budaya Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir.
Festival yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pemerataan pembangunan berbasis potensi lokal.
Pembukaan festival dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Moyo Hilir, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Moyo Hilir, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, insan pendidikan, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri terselenggaranya Festival Budaya Paroso sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus menjaga jati diri budaya Sumbawa.
“Semoga kehadiran kita pada malam hari ini membawa keberkahan dan melalui Festival Budaya Paroso ini kita dapat terus melahirkan kegiatan-kegiatan positif untuk mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Ansori menegaskan bahwa Festival Budaya Paroso bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur agar tetap lestari di tengah arus perkembangan zaman.
Menurutnya, budaya merupakan identitas daerah sekaligus modal penting dalam membangun karakter masyarakat dan memperkuat pembangunan daerah.
“Saya yakin Kecamatan Moyo Hilir memiliki banyak peninggalan sejarah yang harus terus kita lestarikan. Festival seperti ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali warisan budaya sehingga tetap dikenal oleh generasi penerus,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang mulai tahun 2026 mengalokasikan anggaran penyelenggaraan festival budaya di setiap kecamatan.
Kebijakan ini diambil agar aktivitas pelestarian budaya tidak lagi terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi berkembang merata hingga seluruh wilayah Sumbawa.
“Mulai tahun 2026 ini, setiap kecamatan akan melaksanakan festival budaya setiap tahun. Dengan demikian, kegiatan budaya tidak hanya berlangsung di Kabupaten Sumbawa, tetapi juga hadir di kecamatan-kecamatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, penyelenggaraan festival budaya di tingkat kecamatan akan memberikan dampak yang luas, tidak hanya dalam menjaga kelestarian budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menggerakkan sektor UMKM, meningkatkan kunjungan wisata, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
“Pembangunan harus dirasakan hingga ke desa-desa. Ketika kegiatan budaya dipusatkan di tingkat kecamatan, maka kehidupan sosial, ekonomi, dan sektor lainnya akan ikut tumbuh bersama,” tegas Ansori.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah desa, dan masyarakat Moyo Hilir yang telah bergotong royong menyukseskan Festival Budaya Paroso.
“Kegiatan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong sehingga festival ini dapat terselenggara dengan baik,” ungkapnya.
Festival Budaya Paroso akan berlangsung hingga Minggu, 9 Agustus 2026, dengan menghadirkan berbagai perlombaan, pertunjukan seni tradisional, serta atraksi budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Moyo Hilir.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi mereka dalam melestarikan budaya daerah.
Melalui Festival Budaya Paroso, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan tekad untuk menjadikan budaya sebagai salah satu pilar pembangunan daerah, sehingga pelestarian tradisi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. (*)













