
NUSRAMEDIA.COM — Legislator Udayana jebolan asal Daerah Pemilihan (Dapil) Lombok Timur Hamdan Kasim angkat suara terkait wacana pembangunan kereta gantung di kawasan Rinjani.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTB itu mengaku mendukung dan menyambut baik dengan adanya gagasan tersebut. Karena akan memberikan dampak positif bagi pengembangan wisata.
Seperti halnya akan mendongkrak wisatawan domestik maupun internasional untuk berkunjung ke NTB. Apalagi saat ini, animo wisatawan ke Rinjani cukup mendominasi.
“Saya kira dengan adanya gagasan kereta gantung itu akan memacu geliat wisatawan untuk lebih banyak berkunjung ke Rinjani. Ini juga mendukung salah satu agenda fokus terkait destinasi kita (NTB) mendunia,” katanya.
HK SEPENDAPAT DENGAN GUBERNUR NTB
Namun disisi lain, pria yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD NTB itu nampaknya sependapat dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Dimana semua hal harus clean and clear.
“Intinya begini, pertama saya setuju dengan gagasan itu dan mendukung. Karena untuk kemajuan pariwisata kita,” ungkap mantan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB tersebut.
“Kedua, yang paling penting adalah perlu ada kajian mendalam. Baik itu aspek lingkungan, sosial hingga keselamatan. Jadi harus jelas dulu semuanya,” sambung pria yang akrab disapa HK ini.
Untuk diketahui, sebelumnya Perwakilan PT Indonesia Lombok Resort menemui Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Investor proyek kereta gantung itu diminta untuk tidak membabat kawasan hutan di Gunung Rinjani.
Gubernur Iqbal mengaku menyambut baik adanya wacana pembangunan kereta gantung di Rinjani. Hanya saja, orang nomor satu di NTB itu meminta agar semuanya menuai kejelasan terlebih dulu.
Dengan memperhatikan beberapa hal penting. Antara lainnya soal lingkungan dan sosial dan lainnya. Oleh karenanya, pernyataan Gubernur Iqbal sejalan dengan ungkapan harapan HK.
PROYEK KERETA GANTUNG RINJANI MASIH TAHAP PEMBAHASAN, PEMPROV NTB TUNGGU KAJIAN LENGKAP
Untuk diketahui, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemprov NTB menegaskan pembangunan kereta gantung yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani Pulau Lombok masih dalam tahap kajian.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB Yusron Hadi mengatakan PT ILR selaku investor sudah menemui Gubernur Iqbal untuk menyampaikan keinginannya tersebut.
“Dalam audiensi tersebut, pihak investor mempresentasikan gambaran awal daripada proyek yang mereka usulkan, seperti teknis pembangunan, operasional maupun dampak ekonominya,” ujarnya.
Ia menjelaskan usulan proyek ini sudah ada sebelum Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. “Jadi ini baru kali pertama beliau mendapatkan penjelasan langsung terkait usulan proyek ini,” ujar Yusron.
Karena itu, Gubernur NTB perlu mempelajari lebih mendalam bagaimana proyek ini bukan hanya secara teknis maupun ekonomisnya saja, namun yang lebih utama dari itu semua adalah keberterimaan semua pihak dari aspek lingkungan, sosial, budaya dan bahkan nilai-nilai filosofi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat tentang Rinjani.
Lebih lanjut, Yusron menambahkan, dalam pertemuan dengan PT ILR tersebut, Gubernur menyampaikan supaya dipahami oleh pengusul/investor, Rinjani bukan entitas gunung semata.
Tetapi, kata dia, Rinjani adalah Pulau Lombok, dan Pulau Lombok akarnya adalah Rinjani, sehingga sangat kuat pesan-pesan non teknis yang disampaikan oleh Gubernur.
Oleh karena itu, Pemprov NTB akan aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat berkaitan dengan AMDAL yang tengah berproses di Kementerian Kehutanan.
“Jadi seluruh aspek yang pengaruhi proyek ini akan intensif berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan mendengarkan aspirasi masyarakat,” kata Eks Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB tersebut.
Sementara itu, sebelumnya juga Humas PT ILR Ahui mengatakan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara eksplisit mendukung pembangunan kereta gantung Rinjani.
Yakni tepatnya di kawasan hutan Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah yang akan menelan biaya hingga Rp6,7 triliun itu.
“Beliau (Gubernur NTB) sangat mendukung dengan kereta gantung ini. Dia minta perhatikan faktor sosial, lingkungan hidup harus diperhatikan,” ujarnya lagi.
Ahui mengatakan pula pengajuan AMDAL sudah disetujui untuk dibahas di Kementerian Kehutanan. Menurut Ahui jadwal pembahasan AMDAL itu tinggal menunggu arahan pusat.
“Ya, AMDAL sudah disetujui tinggal tunggu pembahasan,” ujar Ahui. Dia mengatakan selain fokus pembahasan AMDAL timnya saat ini tengah mempersiapkan perubahan Izin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA).
Yakni ke Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang diajukan ke Kementerian Kehutanan. “Kita tahu di kementerian prosesnya lama. Jadi kita bergerak nanti kalau sudah terbit amdal,” demikia Ahui. (red)













