
NUSRAMEDIA.COM — Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov, kembali melanjutkan Agenda Reses Masa Sidang I Tahun 2026, Rabu (11/02/2026).
Setelah sebelumnya menyerap aspirasi warga di kawasan PPN Bukit Indah, kali ini politisi yang akrab disapa Dewan Takdir tersebut menyasar Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, serta Bukit Berlian, Kecamatan Sumbawa.
Kehadiran Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumbawa itu disambut antusias dan penuh kehangatan oleh masyarakat. Warga terlihat memanfaatkan momen reses tersebut.
Yakni untuk menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari keluhan hingga harapan terhadap pembangunan daerah. “Alhamdulillah, sejauh ini sudah ada empat titik yang kami sasar,” ujarnya.
“Termasuk hari ini di Kakiang dan Bukit Berlian. Penerimaan masyarakat sangat luar biasa,” ungkapnya di sela-sela giat resesnya. Ia mengaku bersyukur atas sambutan hangat warga serta tingginya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Menurut Dewan Takdir, agenda reses menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyuarakan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
Dalam pertemuan tersebut, aspirasi yang mencuat terbilang beragam. Dewan Takdir bahkan mengaku “dihujani” berbagai usulan, keluhan, harapan terutama terkait sektor pendidikan dan kesehatan.
Di bidang kesehatan, sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai BPJS Kesehatan. Salah satu isu yang mencuat adalah adanya informasi pasien peserta BPJS yang diminta pulang meski belum sepenuhnya pulih.
Hal itu membuat Dewan Takdir prihatin. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa setiap tahun telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk menjamin pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
“Tentu (isu) ini sangat miris. Nanti akan kita telusuri apa persoalan sebenarnya. Karena secara aturan dari BPJS, kami tidak menemukan ketentuan seperti itu,” tegasnya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses BPJS gratis serta adanya kasus kartu BPJS yang tiba-tiba tidak aktif. Persoalan ini, kata dia, akan menjadi perhatian serius untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Tak hanya sektor kesehatan, isu pendidikan juga menjadi sorotan utama. Sebagai Ketua Komisi IV yang membidangi pendidikan, Dewan Takdir menyatakan keprihatinannya atas masih ditemukannya anak-anak yang putus sekolah.
“Berkembang informasi bahwa masih ada anak-anak kita yang putus sekolah. Penyebabnya antara lain karena biaya perlengkapan seperti tas, sepatu, seragam, dan kebutuhan lainnya yang harus ditanggung sendiri,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mengusulkan adanya bantuan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar daerah, pembangunan dan perbaikan ruang kelas, hingga pengembangan KLK (Kursus dan Latihan Kerja) agar mampu mencetak tenaga terampil yang siap bersaing di dunia kerja.
Menurut mantan Ketua DPD PKS Kabupaten Sumbawa tersebut, persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
“Pendidikan adalah kewajiban kita semua. Ketika masih ada persoalan seperti ini, maka harus menjadi perhatian serius secara bersama-sama,” jelas Dewan Takdir.
Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang terjaring selama reses akan ditampung dan diperjuangkan dalam pembahasan selanjutnya di DPRD. “Intinya, semua aspirasi warga kami tampung,” tegasnya.
“Insya Allah siap kita tindak lanjuti dan perjuangkan agar menjadi atensi bersama. Kami juga akan berkoordinasi dan mendorong pemerintah daerah untuk segera menyikapi berbagai persoalan yang mencuat,” pungkas Dewan Takdir.
Melalui agenda reses ini, DPRD diharapkan tidak hanya menjadi lembaga legislasi dan pengawasan, tetapi juga benar-benar hadir sebagai jembatan aspirasi rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan di Kabupaten Sumbawa. (*)













