Demam Berdarah Dengue (DBD). (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkup Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menunjukkan penurunan signifikan pada awal tahun 2026.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kasus DBD pada Januari 2026 tercatat hanya 43 kasus, turun drastis dari 101 kasus pada Januari 2025.

Penurunan ini menjadi sinyal positif atas upaya pengendalian dan pencegahan DBD yang selama ini dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa bersama seluruh pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, melalui Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL), Aris Dwi Atmoko, mengungkapkan.

Bahwa capaian tersebut, menunjukkan keberhasilan strategi pengendalian vektor yang diterapkan sejak tahun sebelumnya. “Pada tahun ini terjadi sebanyak 43 kasus DBD,” katanya.

Baca Juga:  Transformasi Rumah Sakit Mutiara Sukma

“Jumlah ini menurun drastis atau lebih dari separuh dibandingkan kasus tahun lalu yang mencapai 101 kasus,” ujar Aris Dwi Atmoko saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Meski secara umum tren kasus menurun, Kabid P3PL Aris Dwi Atmoko menegaskan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi masih menjadi fokus perhatian utama.

Pasalnya, masih kata dia, kawasan padat pemukiman memiliki potensi lebih besar terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD.

“Meskipun secara keseluruhan tren mengalami penurunan, kami tetap memberikan perhatian khusus pada wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi,” terangnya.

Ia menambahkan, keberhasilan menekan angka kasus DBD tidak terlepas dari peran aktif masyarakat. Terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga:  Wagub NTB Lepas Ribuan Bikers Bhayangkara Riding Day

Karena itu, Dinas Kesehatan terus mengajak masyarakat untuk secara konsisten melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Upaya PSN tersebut dilakukan melalui penerapan gerakan 3M Plus.

Yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan langkah pencegahan tambahan, seperti menghindari gigitan nyamuk dengan memakai lotion anti nyamuk.

Kemudian menggunakan kelambu saat tidur, menaburkan larvasida pada bak penampungan air, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, serta menggunakan obat anti nyamuk.

Baca Juga:  Piala Dunia 2026 Dapat Dinikmati Masyarakat NTB hingga Pelosok

Tidak hanya itu, pengendalian vektor juga dilakukan melalui berbagai metode, tidak terbatas pada fogging semata. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa turut menerapkan Indoor Residual Spraying (IRS).

Yakni atau penyemprotan dinding rumah dengan pestisida untuk memutus siklus hidup nyamuk. “Selain fogging, pengendalian vektor juga dilakukan dengan IRS,” jelasnya.

“Di samping itu, PSN melalui gerakan pantau jentik atau Jumantik diharapkan terus digalakkan, terutama di wilayah pemukiman padat, guna menekan penyebaran penyakit DBD,” pungkasnya.

Dengan tren penurunan kasus yang signifikan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat tetap terjaga agar kasus DBD dapat terus ditekan dan tidak kembali meningkat di waktu mendatang. (*)