
NUSRAMEDIA.COM — Anggota Komisi V DPR RI daerah pemilihan NTB II (Pulau Lombok), H. Abdul Hadi, meminta pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah jalur rawan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjelang arus mudik dan libur Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Abdul Hadi dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG, Kepala BNPP/Basarnas, serta Korlantas Polri belum lama ini. Rapat tersebut membahas kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi nasional dalam menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini.
Dalam forum tersebut, Abdul Hadi menyoroti pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi bencana alam yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat, khususnya di jalur-jalur menuju kawasan wisata yang biasanya ramai dikunjungi setelah Lebaran.
Ia menilai wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian serius. Kawasan pegunungan tersebut dikenal memiliki sejumlah titik rawan longsor, terutama di jalur yang menghubungkan destinasi wisata populer di Lombok.
“Biasanya pada H+3 Lebaran masyarakat mulai berwisata. Di NTB, salah satu daerah yang perlu perhatian adalah Sembalun. Di wilayah Pusuk itu beberapa kali terjadi longsor,” ujar Abdul Hadi.
Politisi Fraksi PKS itu berharap pemerintah dapat menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan bencana, terutama di ruas jalan nasional, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi longsor atau gangguan jalan.
Menurutnya, keterlambatan penanganan bencana di jalur tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan panjang dan menghambat mobilitas masyarakat.
“Kalau alat berat tidak siap, penanganannya bisa sampai lima jam baru ditangani. Walaupun mungkin delapan jam kemudian kondisi sudah normal kembali,” jelasnya.
Karena itu, Abdul Hadi meminta pemerintah memetakan secara lebih rinci titik-titik rawan longsor maupun potensi bencana lain di jalur strategis, khususnya yang menjadi akses menuju kawasan wisata di NTB.
Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur serta ketersediaan peralatan di titik rawan menjadi langkah penting untuk memastikan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman. (*)













