Kolaborasi Dinas Dikpora NTB bersama Dinas Dikbudpora Bima menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tingkat Provinsi 2026. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dalam upaya nyata menekan angka kemiskinan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan menekan peredaran narkoba, Kepala Dinas Dikbudpora Bima resmi membuka Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tingkat Provinsi 2026 di Hotel Parewa, Rabu (29/4).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Para peserta dibekali berbagai kompetensi penting, meliputi peningkatan keterampilan memasak secara profesional, penguasaan pengetahuan gizi, serta penerapan standar higiene dan keamanan pangan.

Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan menu kekinian dengan daya tarik visual tinggi, membuka peluang karier dan bisnis di sektor kuliner, serta memberikan standar kompetensi sebagai bukti kemampuan profesional bagi pelaku usaha muda.

Baca Juga:  Pemda Sumbawa Siapkan 10 Hektare Lahan untuk Madrasah Terintegrasi

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., ME, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan melahirkan wirausaha muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin para peserta tumbuh menjadi wirausaha mandiri. Mereka dipersiapkan menjadi penggerak ekonomi desa dengan menumbuhkan UMKM yang maju dan tangguh,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 April hingga 1 Mei, dan diikuti oleh 40 peserta berusia 16–30 tahun. Para peserta merupakan pelaku usaha kuliner yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bima, antara lain Woha, Soromandi, Donggo, Wera, Sape, Monta, Bolo, Rasanae, hingga Tambora.

Baca Juga:  Tantangan Berat, Dibutuhkan Kerja Bersama yang Tak Biasa

H. Tarmidzi juga menyampaikan rasa syukurnya atas partisipasi peserta yang merata dari seluruh wilayah Kabupaten Bima. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi katalisator lahirnya “Desa Berdaya”, di mana pemuda menjadi aktor utama dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor tata boga yang kompetitif di pasar nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima, Drs. Syahrul, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis generasi muda.

“Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Anda semua adalah motor penggerak yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” tegasnya.

Ia berharap setelah pelatihan ini, akan lahir wirausaha-wirausaha muda baru di bidang kuliner yang mampu bersaing, berinovasi, serta meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Baca Juga:  Menghidupkan Ingatan Kolektif : Dari Rumah Bersama Menuju Kekuatan Bersama

Kegiatan ini dirancang secara intensif dan praktis dengan memadukan teori dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup peningkatan keterampilan teknis, teknik pengemasan produk yang menarik, hingga strategi pemasaran digital.

Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, peserta juga dibekali materi penguatan karakter seperti personal branding, wawasan kebangsaan, serta sosialisasi bahaya narkoba yang disampaikan langsung oleh perwakilan BNN.

Untuk praktik, pelatihan pembuatan kue telah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Para peserta pun dapat langsung menikmati hasil karya mereka, yang dinilai memiliki cita rasa yang baik dan membanggakan. (*)