Sekda NTB Abul Chair saat memimpin Pengambilan Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi NTB. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif dan memenuhi kewajiban birokrasi. ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang bekerja dengan komitmen, loyalitas, dan semangat pengabdian untuk memastikan pembangunan daerah berjalan dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

Pesan tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, saat memimpin Pengambilan Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/6).

Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa pengambilan sumpah dan janji PNS bukan sekadar tahapan administratif dalam perjalanan karier seorang ASN. Lebih dari itu, momen tersebut merupakan peneguhan komitmen moral dan integritas untuk mengemban amanah sebagai pelayan publik.

“Seorang ASN harus memiliki tiga karakter utama, yaitu komitmen, loyalitas, dan militansi. Komitmen untuk menjaga konsistensi dalam bekerja dan melayani masyarakat, loyalitas kepada organisasi dan negara, serta militansi dalam menghadapi berbagai tantangan dengan semangat yang tidak mudah menyerah,” tegas Abul Chair.

Baca Juga:  Wisman ke NTB Melonjak 35,13 Persen, Sinyal Kuat Kebangkitan Pariwisata Daerah

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks dan membutuhkan aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi terhadap pelayanan masyarakat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB tengah mendorong berbagai agenda strategis pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, penguatan program Desa Berdaya, perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan daya saing daerah.

Abul Chair menegaskan, keberhasilan seluruh program tersebut sangat ditentukan oleh kualitas aparatur yang menjadi ujung tombak pelaksana kebijakan pemerintah.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan kelembagaan yang baik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengimplementasikannya. Karena itu, ASN harus terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, ASN juga dituntut untuk semakin adaptif, profesional, responsif, dan berorientasi pada hasil.

Baca Juga:  Bunda Sinta Bekali Duta Pariwisata Muda Menuju Ajang Nasional dan Internasional

Menurut Sekda, ukuran keberhasilan birokrasi saat ini tidak lagi sekadar pada penyelesaian administrasi, melainkan pada sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran pemerintah.

“ASN adalah pelayan masyarakat. Ukuran keberhasilan kita bukan hanya menyelesaikan pekerjaan administrasi, tetapi sejauh mana kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN untuk menumbuhkan kecintaan terhadap NTB dan Indonesia melalui kerja nyata serta pengabdian yang tulus. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah hanya dapat berhasil jika didukung budaya kerja yang kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan ASN yang mampu bekerja sama, berkolaborasi, menjaga integritas, dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga meminta para pimpinan perangkat daerah untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta pengembangan kompetensi pegawai secara berkelanjutan agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

Baca Juga:  254 Siswa SMPN 1 Sumbawa Lulus 100 Persen, Pelepasan Berlangsung Haru dan Penuh Kebanggaan

Menutup sambutannya, Abul Chair menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai yang telah mengucapkan sumpah dan janji sebagai PNS. Ia berharap momentum tersebut menjadi pengingat bahwa status sebagai ASN bukan sekadar profesi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pegawai yang hari ini mengucapkan sumpah dan janji. Jadilah ASN yang profesional, berakhlak, berintegritas, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar membangun NTB Makmur Mendunia,” pungkasnya.

Pengambilan sumpah dan janji PNS tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kerja aparatur yang profesional dan berorientasi pelayanan. Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin dinamis, ASN diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi, membangun kepercayaan publik, dan mendorong terwujudnya NTB yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. (*)