
NUSRAMEDIA.COM — Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Baiq Isvie Rupaeda, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Termasuk kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB atas keberhasilan meraih penghargaan Creative Finance dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.
Menurut Isvie Rupaeda, penghargaan tersebut bukan sekedar seremoni ataupun tambahan daftar prestasi daerah, melainkan bentuk pengakuan atas perubahan cara berpikir Pemprov NTB dalam menghadapi tantangan fiskal dan pembangunan.
“Ini adalah pengakuan bahwa NTB mulai bergerak dengan cara berpikir baru: tidak lagi hanya menunggu ruang fiskal yang tersedia,” kata Hajjah Isvie kerap ia disapa.
“Tetapi berani mencari, menciptakan, dan mengoptimalkan sumber-sumber pembiayaan pembangunan secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab,” sambungnya.
Ia menegaskan, bagi daerah berkembang seperti NTB, kreativitas fiskal bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan strategis untuk mempercepat pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat lagi hanya mengandalkan pola lama dan pendekatan konvensional. Dibutuhkan keberanian untuk melahirkan inovasi pembiayaan yang mampu membuka ruang pembangunan lebih luas dan berkelanjutan.
Ketua DPRD NTB itu menilai langkah Pemprov NTB dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), mengoptimalkan aset daerah, mendorong digitalisasi layanan.
Kemudian membangun kolaborasi dengan dunia usaha, hingga memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bagian dari strategi pembiayaan pembangunan merupakan arah kebijakan yang tepat.
“Capaian ini patut dilihat sebagai sinyal penting bahwa NTB memiliki kapasitas untuk mengelola tantangan fiskal menjadi peluang pembangunan,” kata Hajjah Isvie.
Meski demikian, DPRD NTB mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai simbol kebanggaan semata. Pemprov didorong untuk menjadikan penghargaan itu sebagai pijakan.
Terutama dalam menghadirkan kebijakan yang lebih terukur, progresif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hajjah Isvie menekankan bahwa konsep creative finance harus menghasilkan creative impact atau dampak nyata bagi masyarakat luas.
Menurutnya, inovasi fiskal harus mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memperkuat UMKM agar naik kelas, meningkatkan kualitas layanan publik.
Bahkan menggerakkan pembangunan desa dan daerah, serta menghadirkan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat. “Creative finance harus bermuara pada creative impact,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu juga memastikan DPRD Provinsi NTB siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengawal setiap kebijakan pembangunan daerah.
DPRD, kata dia, akan terus menjalankan fungsi pengawasan, kritik konstruktif, sekaligus memberikan dukungan terhadap program-program yang berpihak pada kemajuan NTB dan kepentingan rakyat.
“Kami di DPRD siap bersinergi, mengawal, mengkritisi secara konstruktif, dan mendukung setiap langkah Pemerintah Provinsi NTB yang berpihak pada kemajuan daerah dan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Isvie Rupaeda menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur NTB dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTB atas penghargaan yang diraih.
Ia berharap capaian tersebut menjadi energi baru bagi NTB untuk terus membuktikan diri sebagai daerah yang tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga mampu memimpin perubahan melalui gagasan, keberanian, dan kerja nyata.
“Semoga penghargaan ini menjadi energi baru untuk membuktikan bahwa NTB bukan hanya mampu berprestasi, tetapi juga mampu memimpin perubahan dengan gagasan, keberanian, dan kerja nyata,” tutupnya. (*)













