Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI H. Johan Rosihan, S.T. bersama MY Institute. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Program Sekolah Pilar Muda (SPM) resmi dilaksanakan pada 20–24 Mei 2026 di Kabupaten Sumbawa sebagai wadah pendidikan kepemudaan berbasis komunitas sosial bagi pelajar dan pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI H. Johan Rosihan, S.T. bersama MY Institute dengan tujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun kepedulian sosial dan kemampuan kepemimpinan pemuda daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula H.A. Mudji Taslim, Sumbawa Techno Park, Ruang Rapat Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, dan La Grande Ballroom tersebut diikuti oleh pelajar dan pemuda se-Kabupaten Sumbawa.

Program ini dirancang sebagai bagian dari sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui pendekatan yang lebih edukatif, partisipatif, dan kontekstual sehingga pemuda tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan aksi sosial.

Sekolah Pilar Muda lahir dari hasil evaluasi kegiatan Sarasehan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan pada Desember 2025. Dari evaluasi tersebut muncul aspirasi dari pelajar dan pemuda agar kegiatan kepemudaan tidak lagi dilakukan secara satu arah, melainkan menghadirkan ruang dialog, keterlibatan sosial, serta aksi nyata yang menyentuh persoalan masyarakat secara langsung.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, Sekolah Pilar Muda dirancang sebagai ruang pengembangan daya kritis, kepemimpinan, dan kesadaran sosial generasi muda Kabupaten Sumbawa.
Melalui program ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan dan Empat Pilar MPR RI, tetapi juga dilatih memahami berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan ketahanan pangan yang terjadi di daerah masing-masing.

Proses pembelajaran dilakukan melalui diskusi, simulasi sidang, penyusunan rekomendasi kebijakan, hingga perencanaan program sosial yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat. Tahapan kegiatan Sekolah Pilar Muda dimulai dengan proses pendaftaran dan pengumpulan berkas yang dibuka sejak 27 Februari hingga 30 April 2026.

Baca Juga:  Mendikdasmen dan Gubernur NTB Resmikan RS UMMAT untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Peserta diwajibkan mengumpulkan dokumen administrasi dan karya tulis berupa esai sesuai dengan ketentuan panitia. Program ini diperuntukkan bagi pemuda dan pelajar yang berdomisili di Kabupaten Sumbawa dengan rentang usia 15 hingga 24 tahun serta memiliki jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari seleksi, peserta diwajibkan membuat esai bertema lingkungan dan alam, ketahanan pangan dari perspektif pemuda, atau gerakan kepemudaan dalam menyelesaikan persoalan sosial di Kabupaten Sumbawa. Penulisan esai dilakukan berdasarkan hasil wawancara atau diskusi bersama tokoh masyarakat maupun lembaga di lingkungan sekitar.

Langkah tersebut dilakukan agar peserta mampu memahami persoalan sosial berdasarkan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat. Setelah tahap pendaftaran selesai, panitia melaksanakan seleksi administrasi dan karya tulis pada 1–5 Mei 2026. Dari hasil seleksi tersebut dipilih maksimal empat peserta terbaik dari setiap regional untuk mengikuti tahap wawancara pada 12 Mei 2026.

Proses wawancara dilakukan oleh juri internal dan eksternal dengan penilaian yang mencakup kualitas esai, kemampuan komunikasi, daya kritis, pengalaman organisasi, kepemimpinan, serta komitmen sosial peserta terhadap pembangunan daerah.

Dari tahapan tersebut kemudian dipilih dua peserta terbaik dari masing-masing regional untuk mengikuti karantina Sekolah Pilar Muda yang berlangsung selama lima hari pada 20–24 Mei 2026. Peserta yang terpilih kemudian mengikuti orientasi dan pembukaan kegiatan sebagai awal resmi dimulainya rangkaian pembelajaran.

Pembukaan Sekolah Pilar Muda dilaksanakan pada 20 Mei 2026 dengan agenda pengenalan program, tata tertib sekolah, perkenalan peserta dan panitia, pembahasan program sosial antarregional, serta penjelasan mengenai kurikulum dan alur pembelajaran selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI H. Johan Rosihan, S.T. yang menyampaikan pentingnya menyiapkan generasi muda yang memiliki daya kritis, kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta semangat kolaborasi dalam membangun daerah dan bangsa.

Baca Juga:  Cakupan Perlindungan Pekerja Rentan di Sumbawa Terus Diperluas

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Pilar Muda menghadirkan berbagai kelas tematik dan simulasi sidang yang dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam memahami persoalan sosial secara komprehensif. Pada hari pertama, peserta mengikuti kelas Critical Thinking dan Manajemen Organisasi dan Isu.

Kelas tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam membaca persoalan sosial, menyusun argumentasi, dan merumuskan solusi berdasarkan data dan realitas sosial yang terjadi di masyarakat.

Selanjutnya pada hari kedua, peserta mengikuti sidang di Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa dengan fokus pembahasan mengenai isu lingkungan, alam, ketahanan pangan, serta gerakan kepemudaan dalam menyelesaikan persoalan sosial di Kabupaten Sumbawa.

Sidang tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan dan rencana program sosial yang akan dijalankan oleh masing-masing regional setelah kegiatan berakhir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kelas Kepemimpinan dan Organisasi yang dibawakan langsung oleh H. Johan Rosihan, S.T. sekaligus sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya karakter kepemimpinan, kerja sama tim, serta penguatan organisasi kepemudaan sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah di masa depan.

Pada tanggal 22 Mei 2026, peserta Sekolah Pilar Muda menyampaikan hasil rekomendasi yang telah dirumuskan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa.

Penyampaian rekomendasi tersebut menjadi bentuk partisipasi aktif pemuda dalam proses kebijakan publik sekaligus bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan daerah.

Rekomendasi yang disampaikan peserta mencakup isu lingkungan dan alam, ketahanan pangan, serta penguatan gerakan kepemudaan sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial di Kabupaten Sumbawa.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak untuk berdiskusi, tetapi juga dilatih untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Utang Lunas, Era Baru Pelayanan RSUP NTB Dimulai

Rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda kemudian dilanjutkan dengan diskusi publik pada 23 Mei 2026 yang menghadirkan tokoh nasional dan daerah, di antaranya anggota MPR RI, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD Kabupaten Sumbawa, pelaksana Sekolah Pilar Muda, serta figur publik nasional.

Diskusi publik tersebut bertujuan memperluas ruang dialog antara pemuda dan pemangku kepentingan sekaligus memperkuat legitimasi rekomendasi yang telah dihasilkan peserta selama kegiatan berlangsung.

Pada malam harinya, rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda ditutup secara resmi. Meski demikian, program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta bersama panitia dan pemerintah melaksanakan kegiatan sosial pada 24 Mei 2026 di salah satu lokasi kegiatan sosial bersama figur publik nasional.

Selain kegiatan sosial bersama, setiap regional diwajibkan menyusun dan melaksanakan program sosial berbasis wilayah sebagai tindak lanjut dari hasil pembelajaran selama Sekolah Pilar Muda. Program tersebut difokuskan pada bidang lingkungan dan alam, ketahanan pangan, serta aksi sosial kepemudaan.

Dalam pelaksanaannya, peserta berperan sebagai penggerak dan fasilitator kegiatan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa, dan komunitas lokal di wilayah masing-masing. Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut, Sekolah Pilar Muda diharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam membentuk generasi muda Kabupaten Sumbawa yang berintegritas, berdaya saing, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah dan kehidupan berbangsa.

Program ini juga diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan berpikir kritis dan kepemimpinan, tetapi juga mampu menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, Sekolah Pilar Muda tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendorong lahirnya pemuda penggerak yang aktif, peduli, dan berkontribusi bagi masa depan Kabupaten Sumbawa. (*)