
NUSRAMEDIA.COM — MY Institute secara resmi merilis hasil survei bertajuk “Sumbawa Hijau Lestari serta Program Strategis Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Periode 2025 – 2030 dalam Persepsi Publik” pada Minggu, 5 Juli 2026.

Survei ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi publik terhadap perjalanan pemerintahan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori yang telah memasuki hampir dua tahun masa kepemimpinan.
Hasil survei menggambarkan bagaimana masyarakat menilai arah pembangunan daerah, tingkat kepuasan terhadap pemerintah, efektivitas Program Sumbawa Hijau Lestari, serta berbagai harapan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan ke depan.
Survei dilaksanakan pada 10 hingga 28 Juni 2026 dengan melibatkan 400 responden yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Pengambilan sampel menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±5 persen.
Seluruh responden diwawancarai secara langsung oleh surveyor, kemudian data diperkuat melalui proses quality control berupa spot check melalui telepon, verifikasi lokasi menggunakan GPS, serta pemeriksaan seluruh data sebelum dianalisis.
Direktur MY Institute, Dr. Miftahul Arzak, S.Ikom., M.A., menyampaikan bahwa survei ini bertujuan memberikan gambaran objektif mengenai persepsi masyarakat terhadap berbagai program pemerintah daerah.
Menurutnya, hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menyusun kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu hasil yang menjadi perhatian dalam survei ini adalah persepsi masyarakat terhadap arah pembangunan Kabupaten Sumbawa. Ketika ditanya apakah pembangunan daerah saat ini sudah menuju kondisi yang lebih baik, 57 persen responden menyatakan kondisi masih “sama saja”, 41,2 persen menilai pembangunan sudah lebih baik, sedangkan 1,8 persen menyatakan kondisi lebih buruk.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum merasakan adanya perubahan yang cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun terdapat masyarakat yang mulai melihat adanya perkembangan positif.
Menurut hasil analisis MY Institute, jawaban “sama saja” tidak selalu menunjukkan penilaian negatif terhadap pemerintah, tetapi menggambarkan bahwa masyarakat masih menunggu hasil pembangunan yang lebih nyata dan lebih mudah dirasakan.
Beberapa responden menilai sejumlah persoalan seperti infrastruktur, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan masih memerlukan perhatian lebih agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.
Survei juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. Hasilnya menunjukkan 57,2 persen masyarakat menyatakan puas, terdiri dari 54,8 persen puas dan 2,4 persen sangat puas. Sementara itu, 42,8 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah daerah.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih memperoleh dukungan mayoritas masyarakat, meskipun terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan kepuasan publik melalui peningkatan kualitas pelayanan dan percepatan pembangunan.
MY Institute juga membandingkan hasil survei ini dengan survei yang dilakukan pada Mei 2025. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat relatif tidak mengalami perubahan yang besar, dari 59,7 persen pada Mei 2025 menjadi 57,2 persen pada Juni 2026. Namun demikian, tingkat ketidakpuasan meningkat dari 33,3 persen menjadi 42,8 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah cenderung stabil, namun pemerintah perlu terus meningkatkan kualitas implementasi program agar kepuasan masyarakat dapat meningkat pada masa mendatang.
Selain mengevaluasi kinerja pemerintah secara umum, survei ini juga mengukur tingkat pengetahuan masyarakat terhadap Program Sumbawa Hijau Lestari, salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Hasilnya menunjukkan bahwa 73,3 persen masyarakat mengaku belum mengetahui program tersebut, sementara 26,7 persen menyatakan sudah mengetahuinya. Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi program masih perlu diperkuat agar informasi mengenai tujuan dan manfaat program dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kepada responden yang mengetahui program tersebut, MY Institute kemudian menanyakan bagaimana penilaian mereka terhadap pelaksanaannya. Sebanyak 54,2 persen menilai Program Sumbawa Hijau Lestari belum berhasil, sedangkan 45,8 persen menilai program tersebut telah berhasil.
Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat masih berharap implementasi program dapat semakin diperkuat sehingga manfaatnya lebih terlihat di lapangan.
Dalam survei ini, MY Institute juga menggali berbagai aspirasi masyarakat mengenai prioritas pembangunan Kabupaten Sumbawa melalui pertanyaan terbuka yang dianalisis menggunakan aplikasi NVivo.
Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat masih menempatkan peningkatan kesejahteraan sebagai prioritas utama pemerintah daerah. Harapan masyarakat mencakup penciptaan lapangan kerja, bantuan sosial yang tepat sasaran, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, perbaikan infrastruktur, penyediaan air bersih, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga penguatan sektor pertanian, peternakan, dan kelautan.
Khusus pada sektor pertanian, masyarakat berharap adanya bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk, bibit, modal usaha, pembangunan irigasi, jalan usaha tani, pelatihan pertanian modern, serta kepastian harga hasil panen.
Sementara itu, masyarakat pesisir mengharapkan dukungan berupa bantuan alat tangkap, mesin, jaring, pelatihan usaha kelautan, hingga pembangunan fasilitas dermaga. Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan desa, jembatan, dan penerangan jalan masih menjadi kebutuhan yang paling banyak disampaikan responden.
Direktur MY Institute menjelaskan bahwa hasil survei ini tidak dimaksudkan untuk menilai benar atau salah suatu kebijakan, melainkan memberikan potret mengenai persepsi masyarakat terhadap berbagai program pemerintah daerah.
Menurutnya, persepsi publik merupakan salah satu indikator penting yang dapat membantu pemerintah melihat sejauh mana kebijakan telah diketahui, diterima, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Hasil survei ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang konstruktif. Masyarakat pada dasarnya masih memberikan kepercayaan kepada pemerintah, namun mereka juga berharap pembangunan dapat memberikan dampak yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari. Aspirasi yang muncul dari masyarakat menjadi masukan yang penting untuk penyempurnaan kebijakan pada tahun-tahun pemerintahan berikutnya,” demikian disampaikan MY Institute dalam rilis hasil surveinya. (*)














