
NUSRAMEDIA.COM — Memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62, Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui aksi penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Paremas, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (27/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diintegrasikan dalam langkah transformasi perusahaan.
Aksi pelestarian lingkungan tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama Coral Reef Care, organisasi nirlaba yang berfokus pada perlindungan ekosistem laut, Indonesia Biru Foundation (IBF) yang bergerak di bidang konservasi dan edukasi kelautan, Yayasan Bale Mangrove Lombok, serta Pemerintah Desa Paremas.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata. Turut hadir pula perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur, BPDAS Dodokan Moyosari, FORDAS NTB, akademisi, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas pemerhati lingkungan.
Dalam sambutannya, Rully Feranata menegaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove bukan sekadar seremoni memperingati Hari Mangrove Sedunia, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Bank NTB Syariah yang diperingati pada 5 Juli lalu.
“Kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove pada hari ini terasa sangat istimewa bagi kami di Bank NTB Syariah. Selain sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kepedulian lingkungan dan keberlanjutan (Sustainability/ESG), aksi hijau hari ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bank NTB Syariah ke-62,” ujar Rully.
Menurutnya, memasuki usia ke-62 tahun, Bank NTB Syariah terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan syariah dan transformasi digital yang inovatif, namun di saat yang sama memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
“Di usia yang ke-62 tahun ini, Bank NTB Syariah tidak hanya berkomitmen untuk terus tumbuh dan bertransformasi memberikan pelayanan finansial berbasis syariah serta teknologi digital terbaik bagi masyarakat, tetapi kami juga ingin memastikan bahwa pertumbuhan lembaga ini berjalan selaras dengan kelestarian alam dan lingkungan sekitar,” katanya.
Rully menambahkan, kawasan mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif, habitat berbagai biota laut, sekaligus menopang kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.
Karena itu, ia menilai pelestarian mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
“Semangat keberlanjutan ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas pelestari lingkungan, akademisi, hingga sektor perbankan. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata dan komitmen berkelanjutan kita dalam menjaga serta merawat bumi untuk generasi masa depan,” pungkasnya.
Melalui aksi penanaman mangrove di Ekowisata Paremas, Bank NTB Syariah bersama seluruh mitra konservasi berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian kawasan pesisir Kabupaten Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi sektor perbankan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan bagi generasi mendatang. (*)













