
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari implementasi 12 Program Unggulan Jarot-Ansori.
Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang, meningkatkan kualitas produk, memperkuat merek, serta menembus pasar yang lebih luas.
Penguatan dilakukan secara bertahap melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DisKUKMindag), mulai dari peningkatan keterampilan pelaku usaha, pembenahan kualitas produk, kemasan dan merek, pemenuhan sertifikasi, hingga penguatan strategi pemasaran.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka peluang bagi produk-produk desa agar tidak berhenti di pasar lokal, tetapi dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memiliki daya saing.
Kepala DisKUKMindag Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu kunci agar produk lokal mampu bersaing di tengah pasar yang semakin terbuka.
Salah satu produk yang tengah mendapat perhatian adalah poteng Pernek. Selain itu, Pemkab Sumbawa juga mendorong pengembangan produk ikan bage dari Labuhan Ala, Desa Brang Kolong.
Kedua produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh melalui pembenahan kualitas, kemasan, identitas produk, hingga strategi pemasaran yang lebih tepat.
Pelatihan menjadi pintu masuk
Penguatan UMKM tidak hanya dilakukan melalui pendampingan produk, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pada 6 Mei 2026, Pemkab Sumbawa melalui DPMPTSP bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan Diklat Kewirausahaan.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha sekaligus membekali calon wirausahawan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam mengembangkan usaha.
Upaya peningkatan kapasitas tersebut kemudian berlanjut dengan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.
Terbaru, sebanyak 50 pelaku UMKM Sumbawa mengikuti AI Ignition Training pada 1–2 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan bersama KUMPUL dan AMMAN Mineral itu memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial untuk mendukung pengembangan bisnis.
Pemanfaatan AI diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi pelaku UMKM dalam mengelola usaha, mulai dari pengembangan ide, penguatan promosi, pembuatan konten, hingga mendukung strategi pemasaran yang lebih efektif.
Bagi Pemkab Sumbawa, rangkaian pelatihan tersebut bukanlah tujuan akhir. Pelatihan harus berujung pada kemampuan pelaku usaha dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki akses pasar.
Dari desa menuju pasar yang lebih luas
Pemkab Sumbawa menargetkan semakin banyak UMKM, khususnya yang berada di desa, mampu naik kelas dan menjadikan produk lokal sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pendampingan diarahkan tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi membangun ekosistem usaha yang membuat UMKM lebih siap bersaing, berkembang dan memperluas jaringan pemasaran.
Produk-produk lokal Sumbawa diharapkan dapat bergerak dari pasar desa menuju pasar regional dan nasional, bahkan memiliki peluang untuk menembus pasar global. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat identitas produk unggulan daerah.
Dengan kualitas yang semakin baik, kemasan yang lebih menarik, merek yang kuat, sertifikasi yang mendukung serta pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, produk lokal Sumbawa diharapkan memiliki nilai tambah dan daya saing yang semakin tinggi.
Dari pelatihan, peningkatan kapasitas, hingga pendampingan menuju pasar, Pemkab Sumbawa berupaya memastikan UMKM menjadi lebih dari sekadar usaha bertahan hidup.
UMKM didorong menjadi motor pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus wajah produk unggulan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sumbawa yang Unggul, Maju dan Sejahtera. (*)













