Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov nampaknya menyoroti serius persoalan stunting di Tana Samawa.

Pasalnya, jumlah balita yang mengalami stunting di Sumbawa cukup signifikan. Oleh karenanya, hal itu dinilai menjadi peringatan keras bagi semua pihak.

“Komisi IV memberikan perhatian serius terkait stunting ini. Angka 3.325 balita yang mengalami stunting di Sumbawa harus menjadi alarm bagi kita semua,” tegasnya.

Menurut dia, menyikapi persoalan stunting dibutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektor. “Karena penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan saja,” ujarnya.

Baca Juga:  Antisipasi Modus “Numpang KK”, Disnakertrans Sumbawa Siapkan Aplikasi Data Naker Lokal

“Stunting adalah persoalan lintas sektor, mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi dan air bersih, ketahanan pangan, kemiskinan, pola asuh, pendidikan hingga kondisi lingkungan,” imbuhnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sumbawa itupun lantas mendorong semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bergerak bersama menyatukan langkah dan bergandengan tangan menyikapi persoalan tersebut.

“Kami mendorong seluruh OPD dan pemangku kepentingan untuk bergerak bersama dengan program yang terintegrasi dan tepat sasaran,” kata Dewan Takdir kepada NUSRAMEDIA, Selasa (08/09/2026).

Baca Juga:  Ekonomi NTB Tumbuh 10,42 Persen, Ekonom Unram Minta Momentum Emas Dijaga

Adapun yang tak kalah penting, lebih lanjut dikatakannya, secara bersama harus memastikan betul intervensi benar-benar menyentuh keluarga dan anak yang berisiko.

“Jadi bukan persoalan sekedar mengejar angka dan laporan saja. Maka dari itu, Komisi IV siap mendorong pemda melakukan evaluasi dan memperkuat program pencegahan maupun penanganan stunting,” katanya.

“Harapan kita sederhana, tidak boleh ada anak Sumbawa yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh sehat, cerdas dan produktif hanya karena persoalan gizi dan lingkungan,” demikian Muhammad Takdir menambahkan. (*)

Baca Juga:  50 UMKM Sumbawa Ikuti AI Ignition Training, Bupati : Jangan Sampai Tertinggal Perkembangan Zaman