Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Wiranata, S.IP., MA., bersama Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Dr. Hj. Aryanti Dwiyani dan tim. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat mematangkan persiapan enam mitra binaan asal NTB yang akan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Wiranata, S.IP., MA., bersama Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Dr. Hj. Aryanti Dwiyani dan tim langsung bergerak cepat.

Mereka melakukan koordinasi dengan enam mitra binaan yang akan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Matangkan Kesiapan Teknis

Perihal ini benarkan oleh Kepala Dinas Perindag NTB, Lalu Wiranata. Menurut dia, pertemuan yang diadakan di Bale Kita pada Rabu (07/10/2026) tersebut membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan keikutsertaan enam mitra binaan.

Baca Juga:  Bayar Pajak Lebih Awal Dapat Diskon hingga 10 Persen, Pemprov NTB Siapkan Gebyar Undian Berhadiah Belasan Motor

Dimana ia bersama Tim Bidang PPLN Disperindag membahas mulai dari kesiapan produk, materi promosi, display produk, administrasi, hingga kesiapan pelaku usaha dalam melakukan komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan calon buyer.

Lalu Wiranata juga memberikan arahan agar para mitra binaan dapat memanfaatkan momentum TEI 2026 secara optimal sebagai sarana memperkenalkan produk-produk unggulan NTB kepada pasar yang lebih luas.

Enam Produk Unggulan NTB

Sementara itu, Kepala Bidang PPLN Disperindag Aryanti Dwiyani juga menerangkan bahwa, enam mitra binaan yang ikut serta dalam TEI 2026 membawa beragam produk unggulan daerah.

Baca Juga:  Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

“Mereka di antaranya CV. Pilar Ekspor Indonesia dengan produk kerajinan anyaman rotan, CV. Bako Jaya dengan produk tembakau, PT. Sentra Pangan Songgajah dengan produk Kacang Mete,” ujarnya.

“Kemudian PT. Sate Rembiga Goyang Lidah dengan produk makanan dalam kemasan, UD. Al Amin dengan produk minyak kelapa, dan Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia dengan produk kopi,” imbuh Hajjah Aryanti kerap Kabid PPLN itu disapa.

Keikutsertaan para mitra binaan dalam TEI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang terbentuknya jejaring bisnis dan transaksi perdagangan bagi pelaku usaha NTB.

“Dengan persiapan yang matang, produk-produk unggulan daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar, khususnya pasar ekspor,” tuturnya.

Baca Juga:  Made Slamet Ingatkan Generasi Muda di Tengah Tantangan Perkembangan Teknologi

Pendampingan Terus Dilakukan

Sementara itu, masih ditegaskannya, Tim Bidang PPLN terus melakukan pendampingan dan koordinasi teknis bersama para mitra binaan untuk memastikan seluruh kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik.

“Melalui keikutsertaan enam mitra binaan NTB dalam TEI 2026, Disperindag NTB berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan perdagangan luar negeri serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah,” tegasnya.

“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing pelaku usaha NTB dan mendorong produk lokal agar semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional,” demikian Hajjah Aryanti menambahkan. (*)