HEADLINE

DPRD Sumbawa Atensi Persoalan Elpiji, Kelangkaan Pupuk dan Rendahnya Harga Gabah

169
Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq

NUSRAMEDIA.COM — DPRD Kabupaten Sumbawa menyikapi serius sejumlah persoalan yang dialami masyarakat. Mulai dari Kelangkaan pupuk, anjloknya harga gabah, hingga kelangkaan atau terlambatnya pasokan gas.

Ketua DPRD Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq pun mengattensi persoalan tersebut. Dikatakan, berdasarkan laporan masyarakat dalam bulan puasa ini di wilayah barat, meliputi Kecamatan Alas, Alas Barat, Buer dan Utan kondisi gas elpiji sulit didapatkan.

“Seminggu terakhir ini kami pantau masyarakat di wilayah barat Kabupaten Sumbawa kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Bisa jadi karena peminat atau pemakai gas ini meningkat di bulan Ramadhan baik dari rumah tangga maupun usaha mikro,” ujarnya, Selasa (26/4).

Baca Juga:  Doktor Raihan Nilai Wajar dan Rasional : "Laporan Penggunaan Semuanya Terperinci"

Atas hal ini Rafiq mengharapkan kepada Pemerintah Daerah turut memberikan atensi yang serius. “Atas kondisi ini perlu diimbangi dengan terjaminnya rantai pasok gas tepat waktu sesuai jadwal,” katanya.

“Termasuk dengan pembenahan manajemen pemasaran dari Pertamina atau pengelola SPBE perlu diperhatikan. Sehingga kebutuhan masyarakat di bulan ramadhan hingga hari lebaran dapat diantisipasi,” tambah Rafiq.

Menurutnya, salah satu upaya dalam menjamin rantai pasokan berjalan lancar adalah menambah personil dalam pengisian gas di SPBE. Termasuk penambahan armada angkut oleh agen ke pangkalan.

Baca Juga:  Jembatan Putus di Pemoles, Gubernur NTB : "Pastikan Segera Dibenahi"

“Kita mendorong agar ada penambahan pembangunan SPBE di wilayah tengah Kabupaten Sumbawa mengingat Kebutuhan Kabupaten Sumbawa Barat juga diambil di Kabupaten Sumbawa,” terangnya.

Selain itu, yang menjadi perhatian serius juga terkait persoalan pupuk, dan anjloknya harga gabah selalu berulang kali terjadi tiap tahunnya. Sehingga, jelasnya, perlunya membentuk Tim Pemantau Kondisi Kebutuhan Pokok seperti Gas, Pupuk dan Harga Komoditas pertanian. Sehingga jangan ada pihak yang memainkan Harga.

“Kita sangat merasakan pedih dan lelahnya petani dalam berusaha pertanian. Mereka mengambil pinjaman uang untuk membiayai usaha pertanian dari membeli bibit, membajak sawah, menanam, merawat, memupuk dan memanen. Sungguh kasihan jika nilai tukar petani rendah,” tandas Rafiq

Baca Juga:  Kebutuhan Rumah Tangga Gubernur dan Wagub NTB Disorot

Oleh karenanya Tim Pemantau tersebut perlu melibatkan berbagai elemen masyarakat juga leading sektor terkait. Termasuk melibatkan Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, TNI, dan DPRD Kabupaten Sumbawa. Sehingga masalah ini tidak terulang dan ada efek jera. (red) 

Artikel sebelumyaSeorang Nenek di KSB Ditemukan Meninggal Dunia di Tumpukkan Sampah
Artikel berikutnyaBalita di Loteng Ini dapat Bantuan Kursi Roda dari Gubernur NTB