Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.

Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah NTB (Dekopinwil) di Bank NTB Syariah, Selasa (09/12/2025).

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menyebut bahwa semangat koperasi adalah semangat kemandirian yang sejak lama ia yakini sebagai jalan keluar dari ketergantungan ekonomi. “Koperasi adalah jalan untuk menolong diri kita sendiri melalui usaha bersama,” ujarnya.

TEGASKAN KOPERASI SEBAGAI JANTUNG EKONOMI RAKYAT

Gubernur menilai koperasi memiliki peran penting di tengah tingginya tekanan ekonomi dan inflasi. Prinsip gotong royong dan kekuatan kolektif masyarakat, menurutnya, harus kembali menjadi fondasi ekonomi nasional.

Baca Juga:  Menuju Usia ke-67, Legislator Udayana asal Sumbawa Titip Harapan

Ia juga menyoroti kondisi koperasi Indonesia yang dinilainya semakin melemah, berbanding terbalik dengan negara-negara maju yang justru memperkuat koperasi hingga skala global, seperti Rabobank di Belanda dan jaringan Raiffeisen di Eropa. “Bangkit itu bukan menunggu dibangkitkan, tetapi bergerak bersama,” tegasnya.

LUNCURKAN 50 KOPERASI PERCONTOHAN

Untuk mempercepat kebangkitan koperasi di NTB, Gubernur Iqbal meluncurkan 50 koperasi desa percontohan, masing-masing mendapat modal awal Rp50 juta. Program ini diarahkan agar koperasi dapat segera mengembangkan usaha, membangun portofolio bisnis, dan mengukur kapasitas kredit dalam satu tahun.

Ia meminta Bank NTB Syariah bergerak cepat mendampingi transformasi ini, terutama pada Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi model awal. “Kalau tidak kita kawal, tidak mungkin koperasi besar lahir. Pemerintah tidak boleh hanya mencari aman, kita harus memberi contoh,” tegasnya.

Baca Juga:  Sumbawa Terima Bantuan Kebencanaan dari BNPB

POTENSI KAPITALISASI 1 TRILIUN LEBIH

Saat ini terdapat 1.166 desa dan kelurahan di NTB yang dinilai berpotensi menjadi basis koperasi desa. Jika setiap koperasi mencapai kapitalisasi minimal Rp1 miliar, valuasi total koperasi desa di NTB bisa menembus Rp1 triliun lebih.

Gubernur menyebut jaringan koperasi desa akan mampu menciptakan sistem distribusi logistik rakyat yang lebih merata dan efisien, menekan dominasi rantai distribusi besar yang selama ini dikuasai swasta.

TIGA FOKUS TRANSFORMASI KOPERASI

Gubernur Iqbal menekankan tiga langkah utama untuk memperkuat koperasi desa:

▪︎ Membangun pusat kompetensi yang melibatkan akademisi, universitas, pemerintah, dan masyarakat.
▪︎ Mendorong inovasi model bisnis, tidak hanya mengandalkan simpan-pinjam.
▪︎ Menghidupkan partisipasi anggota, agar manfaat koperasi tidak dinikmati segelintir orang saja.

Baca Juga:  Tekankan Percepatan PBJ 2026, Bupati Jarot : "Jangan Lambat, Jangan Menyimpang"

Ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi wadah inklusif bagi seluruh warga, mulai dari kegiatan sosial desa hingga pengelolaan usaha kecil masyarakat. “Kita harus memiliki kehormatan bahwa pendapatan saya berasal dari kerja, bukan keberuntungan,” tandasnya.

AJAK SEMUA PIHAK WUJUDKAN KOPERASI BERTARAF DUNIA

Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal menyatakan bahwa koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi gerakan besar yang mampu mengembalikan kemandirian bangsa. “Koperasi adalah jalan, koperasi adalah gerakan, koperasi adalah roh ekonomi kerakyatan,” tutupnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi koperasi desa agar Indonesia dapat melahirkan koperasi berskala global dan memulihkan kekuatan ekonomi rakyat. (*)