Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik, dengan menekankan perbaikan sektor transportasi penyeberangan dan layanan kesehatan.

Dalam sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) NTB bersama ekosistem penyeberangan, Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya meningkatkan standar pelayanan di pelabuhan-pelabuhan di NTB.

Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Pelayanan Lebih Baik

Kegiatan yang turut melibatkan berbagai instansi seperti Karantina Kesehatan, Jasa Raharja, ASDP, dan operator pelayaran, menyoroti pentingnya kolaborasi untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan aman.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pelabuhan harus memberikan kesan yang positif bagi pengguna jasa. “Pelabuhan itu harus memberikan kesan yang baik. Kalau pelabuhannya hijau, bersih, dan nyaman, maka perjalanan pun bisa terasa seperti sedang jalan-jalan, bukan beban,” katanya.

Proyek Strategis Bypass Port to Port: Percepatan Infrastruktur NTB

Salah satu fokus utama Gubernur Iqbal adalah percepatan proyek Bypass Port to Port (P2P), sebuah jalur transportasi yang diharapkan akan menghubungkan beberapa pelabuhan utama di NTB, mengurangi kemacetan, dan mempermudah mobilitas antar pulau.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sumbawa Salurkan Bantuan untuk Penguatan Kegiatan Keagamaan di Desa Sebasang

Menurut Gubernur, studi kelayakan proyek ini akan selesai pada akhir tahun 2025, dan konstruksi diperkirakan dimulai pada 2027 dengan target penyelesaian pada 2028.

“Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, waktu tempuh antara Lembar dan Kayangan yang saat ini memakan waktu 6 jam, akan dipangkas menjadi hanya sekitar 1 jam 45 menit hingga 2 jam saja,” ungkapnya.

Selain mengurangi waktu perjalanan, pembangunan infrastruktur ini juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna jasa penyeberangan, mempercepat mobilitas logistik, serta mempermudah wisatawan dari Bali menuju Lombok dan Sumbawa.

Meningkatkan Akses Kesehatan dengan Kebijakan Penyeberangan Gratis

Gubernur Iqbal juga memberikan apresiasi kepada ekosistem penyeberangan Kayangan-Pototano yang telah memberikan kemudahan bagi masyarakat, seperti penyeberangan gratis atau keringanan biaya untuk ambulans, baik untuk pasien rujukan maupun jenazah.

Ini sangat penting karena banyak warga Bima dan Sumbawa yang harus dirujuk ke Mataram, yang sering kali menambah beban biaya bagi keluarga. “Saya ingin agar warga Bima tidak perlu lagi pergi ke Mataram untuk berobat,” tegasnya.

Baca Juga:  15 TK di Sumbawa Bakal Dinegerikan Tahun Ini

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov NTB berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di daerah, dengan RS Kota Bima yang sedang dipersiapkan untuk naik dari tipe D ke tipe C, serta RS Manambai Sumbawa yang direncanakan akan naik dari tipe C ke tipe B pada 17 Desember 2025.

Standarisasi Pelayanan dan Perawatan Kapal di Pelabuhan

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah banyaknya keluhan terkait kebersihan pelabuhan dan kondisi kapal yang tidak konsisten. Gubernur Iqbal meminta agar Dishub NTB segera menyusun standar layanan dan infrastruktur pelabuhan di seluruh NTB.

Termasuk membuat rating kondisi kapal yang ada di pelabuhan-pelabuhan untuk memotivasi operator dalam merawat kapal mereka dengan lebih baik. “Masalah kapal bukan soal muda atau tua, tetapi soal perawatannya. Kapal yang dirawat dengan baik, pasti layak pakai,” jelasnya.

Membangun Transportasi Publik untuk Mendukung Pariwisata

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah wisatawan di NTB. Ia memberi contoh negara-negara seperti Bali, Istanbul, dan Wina, yang berhasil mengelola jumlah wisatawan yang tinggi berkat transportasi publik yang baik.

Baca Juga:  Sumbawa Dilanda Banjir, Johan Rosihan Tanggap Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Labuhan Bontong

“Jika NTB ingin meningkatkan jumlah wisatawan, transportasi publik harus dibangun mulai sekarang agar tidak terjadi kemacetan yang mengganggu,” tambahnya.

Peningkatan Layanan Publik untuk NTB yang Lebih Baik

Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan bahwa dengan usia 67 tahun, Provinsi NTB harus semakin maju dan berkembang. “Pelayanan publik harus semakin baik, pelabuhan dan kapal semakin nyaman dan aman, serta sistem transportasi semakin modern dan terintegrasi,” tandasnya.

Pemprov NTB berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik guna mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan berbagai kebijakan dan proyek strategis yang terus dijalankan, NTB diharapkan akan semakin siap menghadapi masa depan dengan infrastruktur yang lebih baik, layanan publik yang semakin optimal, dan pariwisata yang terus berkembang. (*)