
NUSRAMEDIA.COM — Tak terasa, pada 22 Januari 2026 esok, Kabupaten Sumbawa akan memasuki usianya yang ke-67 tahun. Momentum hari jadi ini menjadi ruang refleksi sekaligus harapan dari berbagai elemen masyarakat untuk kemajuan daerah ke depan.

Salah satu harapan tersebut datang dari Syamsul Fikri AR, S.Ag., M.Si, putra daerah Sumbawa yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sebagai Wakil Rakyat asal Sumbawa yang berkantor di Udayana, sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Demokrat NTB dan Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB, Syamsul Fikri menyampaikan sejumlah catatan penting bagi kepemimpinan Sumbawa.
Menurut Legislator Demokrat NTB jebolan Dapil V Sumbawa-Sumbawa Barat ini bahwa, hal paling mendasar yang harus dimiliki pemimpin Sumbawa adalah kemampuan memahami detak jantung masyarakat.
“Pemimpin Sumbawa harus betul-betul mengerti apa yang dirasakan masyarakatnya, memahami kebutuhan riil rakyat, bukan sekadar melihat dari balik meja,” ujarnya.
Ia juga berharap Kabupaten Sumbawa dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di NTB, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun keharmonisan politik.
Selain itu, Syamsul Fikri menekankan pentingnya hubungan yang simetris dan saling menghargai antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, pemerintahan yang kuat lahir dari komunikasi dan kerja sama yang sehat antara Bupati, Wakil Bupati, dan DPR.
“Hubungan antara pemerintah daerah dan DPR harus saling menghormati. Tidak boleh ada sekat yang membuat pembangunan tersendat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi ketidakharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati. Pembagian tugas yang jelas dan saling memahami menjadi kunci agar roda pemerintahan berjalan optimal.
“Kalau Bupati dan Wakil Bupati kompak, bekerja sama dengan baik, maka masyarakat akan tersenyum. Birokrasi pun akan berjalan seimbang dan tidak timpang,” jelasnya.
Menurutnya, kekompakan pimpinan daerah juga penting untuk menghindari berbagai praduga negatif di tengah masyarakat terkait disharmoni kepemimpinan.
■ PANDANGAN TERHADAP KINERJA JAROT-ANSORI
Menanggapi kinerja pemerintahan Jarot–Ansori, Syamsul Fikri menilai masih terlalu dini untuk memberikan penilaian menyeluruh. Pasalnya, pemerintahan tersebut belum genap berjalan satu tahun.
“Secara objektif, hasil pemerintahan itu baru bisa dilihat secara efektif setelah berjalan sekitar tiga tahun,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa tersebut.
Namun demikian, ia menilai pemerintahan Jarot–Ansori saat ini sudah berada di jalur yang benar (on the track) dan menunjukkan kinerja baik. Ia pun berharap, agar Jarot-Ansori bisa mengikuti jejak pemimpin sebelumnya, yakni Husni-Mo’.
Syamsul Fikri juga mencontohkan keberhasilan pemerintahan Husni–Mo’ selama dua periode yang dinilainya mampu menghadirkan pembangunan signifikan dan menjadi teladan.
Ke depan, ia berharap Jarot–Ansori lebih aktif menjemput peluang anggaran dari pemerintah pusat, sehingga pembangunan di Sumbawa dapat melampaui capaian sebelumnya.
“Pembangunan harus terus ditingkatkan. Jangan ragu menjemput bola ke pusat demi kemajuan Sumbawa,” dorong Legislator asal Sumbawa yang dikenal cukup vocal tersebut.
Di akhir penyampaiannya, Syamsul Fikri mengingatkan dan berharap, agar pemimpin daerah tidak sibuk memikirkan soal pemilihan kepala daerah (pilkada) kedepan.
Apalagi yang saat ini kerap mencuat soal wacana pemilihan kepala daerah kedepan akan dipilih melalui DPRD. Oleh karenanya, ia beharap pemimpin daerah saat ini terus fokus bekerja sepenuh hati untuk masyarakat.
“Tidak usah berpikir soal dipilih oleh siapa (Pilkada via DPRD). Bekerjalah sungguh-sungguh untuk rakyat, karena di situlah letak amanah sebenarnya,” tutup Syamsul Fikri berpesan. (*)













