
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional dengan mendorong penggantian kendaraan dinas berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik.
Langkah ini dipimpin oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan menjadi salah satu strategi penting dalam upaya menekan emisi karbon serta memperkuat posisi NTB sebagai provinsi ramah lingkungan.
Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah pusat dalam percepatan penggunaan kendaraan listrik di sektor pemerintahan.
“Berdasarkan hasil kajian, salah satu sektor penyumbang emisi gas rumah kaca paling besar adalah sektor transportasi. Untuk memitigasinya, kita harus beralih ke kendaraan listrik,” ujarnya.
SEJALAN TARGET NTB BEBAS EMISI 2050
Transisi kendaraan dinas ke kendaraan listrik ini sejalan dengan visi NTB menjadi provinsi hijau serta target jangka panjang untuk mencapai bebas emisi karbon pada 2050.
Selain memberikan dampak positif terhadap pengurangan polusi, penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap subsidi energi dan menekan biaya operasional jangka panjang.
PERLUAS SPKLU JADI KEBUTUHAN MENDESAK
Untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik, Niken menekankan pentingnya penambahan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini, fasilitas SPKLU baru tersedia di lingkungan Dinas ESDM dan Dinas Perhubungan NTB.
“Ke depan tentu perlu penambahan SPKLU untuk memudahkan pengisian ulang kendaraan listrik,” katanya. Niken juga menyebut, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah implementasi, sesuai arahan pemerintah pusat.
TRANSISI SUDAH DIMULAI DI NTB
Upaya transisi energi bukan hal baru bagi NTB. Pada 2024, pemerintah provinsi telah menyelenggarakan pelatihan konversi motor BBM ke motor listrik di SMK Negeri 3 Mataram. Di internal Dinas ESDM sendiri, pemanfaatan kendaraan listrik juga telah diterapkan.
“Untuk kebutuhan dinas, ESDM NTB sudah memiliki satu unit kendaraan listrik operasional. Bahkan sejumlah ASN kami sudah menggunakan motor listrik pribadi,” terang Niken.
DORONG PARTISIPASI MASYARAKAT
Niken berharap langkah awal yang sudah dilakukan pemerintah dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk mulai beralih ke teknologi kendaraan listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan. “Kami berharap ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk ikut bertransisi,” pungkasnya.
Dengan komitmen kuat pemerintah daerah, peningkatan infrastruktur pendukung, dan keterlibatan ASN sebagai pionir, transisi energi di sektor transportasi NTB diharapkan berjalan semakin cepat. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi pengurangan emisi karbon dan terwujudnya NTB hijau, bersih, dan berkelanjutan. (*)













