ADVERTORIAL

Tekankan Pilah Sampah dari Rumah, Wagub NTB Apresiasi Program KOTAKU : “Sejalan dengan Ikhtiar Kita”

135

    Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kementerian PUPR terkait pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berlangsung di Kota Mataram mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah. Ditegaskan oleh orang nomor dua di Nusa Tenggara Barat tersebut, bahwa program itu sangat sejalan dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, yakni Zero Waste.

“Program KOTAKU memang sejalan dengan apa yang kita ikhtiarkan. Saya ucapkan terimakasih,” kata Ummi Rohmi kerap Wakil Gubernur NTB disapa saat menerima audiensi KOTAKU diruang kerjanya, Selasa (6/9) di Mataram. Dia juga terus menekankan kepada masyarakat NTB agar dapat memilah sampah dari rumah. Hal ini bertujuan agar pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat diminimalisir.

Baca Juga:  Demi Rasa Keadilan, LPBH PWNU NTB Turun Gunung Bantu Warga KSB

“Harapannya masyarakat memilah sampah dari rumah, yang kita butuhkan adalah kesungguhan dari pemerintah kabupaten/kota supaya setiap sampah rumah tangga dipilah,” harapnya. Sementara itu, Hartati selaku Koordinator KOTAKU menjelaskan, jika telah dilaksanakanya program pengolahan sampah dengan sistem komposter, yang telah berlangsung di Kota Mataram.

Yaitu, sebut dia, tepatnya pada lima Kelurahan meliputi Kebun Sari, Babakan, Sayang-sayang, Bertais dan Kekalik Jaya. “Dari sebilah komposter menghasilkan pupuk organik cair dalam sebulan perunit 30 liter,” katanya. “Jadi dikalikan 30 liter dengan 179 unit perbulan. Masyarakat sudah menggunakan pupuk organik cair untuk pemupukan sayuran dan tanaman yang ada di situ,” tambahnya.

Baca Juga:  Ekadana Ajak Berantas Mafia Tanah

Oleh karenanya, Hartati berharap agar Pemeritah Daerah Provinsi NTB dapat bersinergi dalam melakukan pemasaran pupuk organik cair tersebut. “Kami berharap, agar pertemuan ini dapat memberikan kemudahan jaringan pemasaran pupuk organik cair yang di produksi oleh komunitas tadi,” demikian dikatakan Hartati. (Adv/*)

Artikel sebelumyaMeski Diguyur Hujan, Ketua DPRD NTB Temui Massa Aksi Tolak Kenaikan BBM
Artikel berikutnyaSilaturahim Forum BKD Loteng, Bang Zul : “Jangan Sampai Patroli Hanya Untuk Gaya-gayaan”