HEADLINE

Ternyata Berdasarkan Hasil Survei OMI, Bang Zul : “Jadi Bukan Survei Hoax”

Gubernur NTB Periode 2018-2023 yang juga Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Kepala Daerah (BPKD) sekaligus Juru Bicara Pasangan Capres/Cawapres Anies Baswedan-Muhaiman Iskandar (AMIN), Dr. H. Zulkieflimansyah. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dr. H. Zulkieflimansyah atau kerap disapa Bang Zul akhirnya mengungkapkan hasil survei yang disampaikan dalam acara HIMMAH NWDI belum lama ini.

Pasalnya, hal itu sempat menuai sorotan. Dimana ia menyatakan bahwa Prabowo Subianto menang di NTB. Menurut mantan Gubernur NTB itu, apa yang disampaikan bukan asal-asalan.

Bahkan hal ini juga telah didiskusikan dengan sejumlah pihak. Termasuk dengan Ketua Harian Nasional DPP Perindo TGKH M Zainul Majdi atau biasa dikenal Tuan Guru Bajang (TGB).

Selain itu, ia juga mendiskusikan dengan Ketua DPW Partai Perindo NTB yakni H M Khairul Rizal. Menurut Bang Zul, apa yang didiskusikan itu menuai respon yang baik dari TGB dan Khairul Rizal.

Hal ini ditegaskannya, guna meluruskan segala sesuatunya. Terutama soal survei yang disampaikan pada saat acara HIMMAH NWDI beberapa waktu lalu.

Diungkapkan Bang Zul, apa yang disampaikannya berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh salah satu lembaga survei terpercaya, yakni Olat Maras Institue (OMI).

Menurut mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut, survei itu dilakukan oleh OMI beberapa bulan lalu. Terhitung dari tanggal 7 November hingga 9 Desember 2023 lalu.

Survei menggunakan metodologi multistage random sampling, margin of error 1.25 persen, tingkat kepuasan 95 persen dengan responden 6.400 orang dan menyebar diseluruh Kabupaten/Kota di NTB.

“Jadi bukan survei hoax,” tegas Doktor Ekonomi Industri ini, Jum’at (5/1/2024). Malah, kata Bang Zul, hasil survei yang pernah disampaikan ke TGB tidak ada respon negatif dari TGB.

Bahkan, sambung Bang Zul, hasil survei itu justru dijadikan motivasi oleh TGB untuk bekerja lebih giat lagi. “Hasil survei yang saya sampaikan di acara HIMMAH NWDI itu juga pernah saya diskusikan dengan TGB,” jelasnya.

Baca Juga:  34 TPS di Bima Gelar PSU

“Responnya bagus-bagus saja dan dijadikan hasil tersebut untuk berkerja lebih baik lagi menggarap anak-anak muda,” ungkap Bang Zul. Hal yang sama juga dilakukan Bang Zul.

“Begitu juga dengan Ketua Perindo NTB Pak Khairul Rizal, responnya juga bagus dan ini dijadikan feedback untuk bekerja lebih baik lagi,” ujar Bang Zul.

Sebelumnya, Sekretaris DPW Partai Perindo NTB, M Nasib Ikroman atau kerap disapa Achip mengkritisi pernyataan Bang Zul yang menyebut hasil survei Prabowo menang di NTB saat acara HIMMAH NWDI.

Achip menuding Bang Zul berupaya mendownngrade ikhtiar TGB dalam memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud di NTB. Bahkan Achip mengancam pernyataan Bang Zul menjadi catatan penting dalam keberlanjutan koalisi di Pilkada NTB 2024 mendatang.

“Saya rasa tendensi Pak Zul jelas untuk menggiring opini. Bagi Perindo dan kader NWDI, ini bold (tebalkan) jadi catatan penting untuk koalisi pada Pilkada NTB,” sambungnya seperti dikutip dari iNewsMataram, Kamis 4 Januari 2024.

Hal ini pun ditanggapi oleh Bang Zul. Dia menilai pernyataan Achip terlalu tendensius yang sedikit-sedikit mengancam pecah koalisi pada tahun 2024 ini.

Bang Zul merasa bingung mengapa Achip sering sekali berstatment Zul-Rohmi berpisah. “Ini Achip saja yang selalu tendensius,” kata Bang Zul.

“Sedikit-sedikit ngancam pecah koalisi 2024. Emang dia tahu apa tentang koalisi 2024? Selalu tendensius ingin pisahkan Zul-Rohmi saja agendanya,” sambungnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Bang Zul juga mengatakan bahwa politik itu bisa diprediksi dan terukur. Terlebih dengan semakin diperkenalkan metodologi yang baik.

Baca Juga:  Penyerahan Username P3K Diperpanjang

“Serta ilmu Matematika dan Statistika ke dalam pembahasan-pembahasan ilmu politik. Politik jadi bisa lebih bisa diprediksi dan diukur,” kata Gubernur NTB Periode 2018-2023 ini.

Menurut Bang Zul, seseorang yang ingin maju dalam kontestasi politik seperti pileg, pilkada atau pilpres akan lebih kecil kemungkinan tersesatnya kalau memiliki data dan informasi yang benar dan akurat.

“Politik jadi tak melulu bersandar pada feeling, pada kata orang apalagi hasil penerawangan ‘orang orang pintar ‘. Dengan survei yang benar, data dan informasi bisa kemudian dihidangkan dengan benar, objective dan apa adanya,” urainya.

“Sayangnya, kebanyakan kita hanya mau mendengar apa yang mau kita dengar. Bukan mau mendengar apa yang benar. Kalau hasil surveinya nggak menguntungkan kita, kita lantas tak percaya pada surveinya. Kalau menguntungkan kita kemudian mengimaninya dengan penuh semangat dan penghayatan,” urainya.

Ditegaskannya, tentu ada survei abal-abal yg tak menyampaikan kebenaran. Sekedar propaganda dan menggiring opini saja. “Ada tapi yang begini-begini gampang terdeteksi dan tak akan berumur panjang,” kata Bang Zul.

“Saya baru saja menyampaikan hasil survei dengan akurasi sangat tinggi dengan metodologi yang bisa di pertanggungjawabkan. Seperti sudah diduga yang hasilnya bagus senang, yang hasilnya jelek meradang,” lanjutnya.

Dia mencontohkan cara menyikapi sebuah survei seperti halnya dari tim di PKS. “Tim kami dari PKS misalnya, ketika kandidat kami masih ketinggalan tentu tak lantas mengutuk surveinya. Tapi bercermin, kenapa kandidat kami masih ketinggalan?,” jelasnya.

Baca Juga:  Marga Harun Caleg PPP Klaim Raih Suara Tertinggi dari Dapil NTB 6

“Kandidat kami ternyata unggul di mereka-mereka yang usianya di atas 30 tahun. Di bawah 30 tahun di usia anak-anak muda ternyata kandidat lain yang menang,” sambungnya lagi.

Dan ternyata, kata Bang Zul, memang di NTB pemilih di usia anak-anak muda jauh lebih besar sekarang. Jadi, menurut dia, wajar kandidat yang bisa mengambil hati anak-anak muda sementara jadi unggul.

“Dan segmen anak muda kita sekarang segmen yang unik dan sama sekali baru pendekatannya dalam berpolitik. Mereka lebih santai, lebih menyukai pendekatan yang lebih informal dan mau terlibat pada isu-isu yang ringan-ringan saja,” ungkapnya.

“Nah, kalau kenyataannya seperti itu, daripada mengutuk hasil survei ayo kita rubah bersama pendekatan kita pada anak-anak muda kita. Jangan jadikan kontestasi politik kita seperti perang yang saling melukai. Ini bukan zero sum game. Tapi ini kontestasi biasa yang santai dan ringan-ringan saja,” ajaknya.

Oleh karenanya, dikatakan Bang Zul, bahwa hasil survei yang kurang baik dan kurang menguntungkan mestinya jadi pelecut dan penyemangat untuk lebih keras lagi berjuang. “Bila perlu merubah pendekatan dan strategi pada anak-anak muda kita,” ujarnya.

“Mendingan hasil survei jelek, terus kita berubah dan ganti strategi terus menang, ketimbang terbuai senang sekarang tahu-tahu kalah di akhir. Hayoo pilih yang mana?,” demikian dikatakan Bang Zul.

Sekedar informasi, apa yang disampaikan Bang Zul ini juga ditelah disampaikan olehnya secara terbuka melalui akun sosial medianya. Salah satunya seperti melalui akun facebook resmi miliknya. Statusnya pun menuai menuai respon positif dari warganet. (red)