Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, ST. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Johan Rosihan, secara resmi membuka kegiatan Sekolah Pilar Muda Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.

Pembukaan giat itu disampaikan melalui sambutan virtual karena pada saat bersamaan dirinya harus menghadiri rapat paripurna DPR RI terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Dalam sambutannya, Johan Rosihan menyampaikan penghormatan kepada Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa.

Termasuk pula, kata dia, apresiasi dsn penghormatan kepada pimpinan sekolah dan universitas, para orang tua delegasi, serta seluruh peserta Sekolah Pilar Muda Sumbawa 2026.

Ia mengawali sambutan dengan mengajak seluruh peserta bersyukur kepada Allah SWT karena kegiatan dapat terlaksana dalam keadaan sehat dan penuh semangat.

“Saya pribadi memohon maaf karena tidak bisa hadir langsung bersama delegasi sekalian pada pembukaan kegiatan ini,” ujar pria yang juga Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI itu.

“Pada saat bersamaan saya harus mengikuti rapat paripurna DPR RI yang membahas agenda penting negara terkait pembangunan nasional ke depan,” sambung Johan Rosihan.

Menurut dia, agenda negara seperti pembahasan RAPBN sangat penting menentukan arah pembangunan nasional, termasuk kebijakan pendidikan, pembangunan pemuda, ketahanan pangan, energi, lapangan kerja, hingga masa depan generasi muda Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Sumbawa : Pembangunan Harus Bernilai Ibadah dan Bebas Korupsi

Johan Rosihan mengaku sengaja menyampaikan hal tersebut kepada para peserta agar memahami bahwa negara bekerja melalui proses konstitusional dan demokratis.

“Anggaran negara untuk membangun sekolah, jalan, beasiswa, subsidi, hingga program kepemudaan dibahas melalui mekanisme politik dan kebijakan publik yang serius,” ujarnya.

“Karena itu, kegiatan Sekolah Pilar Muda ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi bagian dari proses menyiapkan generasi muda yang memahami bagaimana bangsa ini dikelola,” tegasnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Johan menekankan pentingnya melahirkan lebih banyak anak muda yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu berpikir kritis, berdialog, dan mencari solusi atas berbagai persoalan.

Ia menilai perkembangan isu sosial, lingkungan, teknologi, ekonomi, hingga konflik di media sosial berlangsung sangat cepat, sementara masih sedikit generasi muda yang mau belajar mendengar dan mencari jalan keluar bersama.

Karena itu, Sekolah Pilar Muda diarahkan bukan hanya mencetak peserta yang pandai tampil di depan publik, melainkan membentuk generasi Sumbawa dengan tiga karakter utama, yakni berpikir kritis, berjiwa pemimpin, dan memiliki kepedulian sosial.

“Kita ingin melahirkan generasi Sumbawa yang memiliki karakter kuat dan semangat ‘balong bakalako’,” kata mantan Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tiga periode itu.

Selama masa karantina yang berlangsung pada 20 hingga 24 Mei 2026, para peserta akan mendapatkan berbagai materi tentang mekanisme persidangan, kepemimpinan, resolusi konflik, manajemen isu sosial, lingkungan, hingga pelatihan penyampaian pendapat secara argumentatif.

Baca Juga:  KPPG Sumbawa Bergerak, Berlian Rayes Tegaskan Target Kemenangan Golkar

Peserta juga akan belajar menghargai perbedaan pandangan serta mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Bahkan, mereka akan melakukan simulasi sidang berdasarkan isu yang diangkat melalui esai masing-masing.

Johan menyebut hasil rekomendasi sidang peserta nantinya akan disampaikan kepada pimpinan DPRD serta Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa sebagai bentuk keterlibatan anak muda dalam ruang kebijakan publik.

“Gagasan kalian tidak berhenti di ruang kelas, tetapi akan kita bawa ke ruang kebijakan publik,” ujarnya. Selain itu, peserta juga akan mengikuti diskusi publik bersama tokoh muda nasional yang telah disiapkan oleh pengelola Sekolah Pilar Muda.

Ia berharap forum tersebut menjadi ruang inspirasi bagi generasi muda daerah bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin nasional selama memiliki keberanian belajar dan kemauan bekerja keras.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, Johan Rosihan juga mengungkapkan bahwa para peserta akan mendapatkan dukungan pendanaan untuk menjalankan proyek sosial selama satu tahun penuh.

Menurutnya, para peserta tidak hanya dituntut pandai berdiskusi, tetapi juga harus turun langsung membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. “Kalian akan belajar bahwa pemimpin sejati bukan hanya soal pidato, tetapi keberanian hadir membantu orang lain,” katanya.

Baca Juga:  Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, DPRD Ingatkan Pembangunan Jangan Sekedar Angka

Lebih jauh, Johan Rosihan juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua delegasi yang telah mempercayakan putra-putrinya mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa bukan terletak pada gedung atau teknologi, melainkan pada kualitas manusianya. “Dukungan orang tua adalah fondasi lahirnya generasi pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada pimpinan sekolah, universitas, serta seluruh stakeholder pendidikan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Johan, kolaborasi pendidikan seperti ini penting agar pendidikan tidak hanya berhenti pada aspek akademik, tetapi juga melahirkan karakter keberanian sosial dan kepemimpinan publik.

Menutup sambutannya, Johan Rosihan mengingatkan para peserta bahwa Pulau Sumbawa membutuhkan generasi muda yang mampu menjaga alam, memperkuat persaudaraan, serta membawa gagasan baru untuk masa depan daerah.

Ia meminta para peserta untuk tidak pernah merasa kecil karena berasal dari daerah. “Banyak pemimpin besar lahir dari tempat sederhana, tetapi memiliki mimpi besar dan keberanian untuk memperjuangkannya,” tuturnya.

Johan kemudian menegaskan tagline yang selama ini sering ia sampaikan, yakni: “Sesuatu yang kita perjuangkan akan kita menangkan.” Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Johan Rosihan secara resmi membuka Sekolah Pilar Muda Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.

Tak lupa, Johan Rosihan pun mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, berdiskusi, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan Sumbawa dan Indonesia. (*)