
NUSRAMEDIA.COM — Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan kesiapan totalnya sebagai lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda, salah satu program strategis nasional di bidang pendidikan, melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten, Kepala Bappeda, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamendikti Saintek beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa kesiapan Kabupaten Sumbawa bukan sekadar penyediaan lahan, tetapi mencakup dukungan menyeluruh, mulai dari infrastruktur dasar, kesiapan regulasi daerah, dukungan sosial masyarakat, hingga komitmen kebijakan jangka panjang agar pembangunan dan pengelolaan SMA Unggul Garuda dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen penuh untuk memastikan sekolah unggulan ini tumbuh sebagai pusat pendidikan berkualitas tinggi yang memberi manfaat luas, baik bagi daerah maupun nasional,” tegas Bupati.
Sebagai bentuk kesiapan konkret, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan dua alternatif lokasi strategis. Opsi pertama adalah lahan seluas 20 hektare di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, yang merupakan aset milik Pemkab dan bersebelahan dengan markas Batalyon Infanteri TP. Opsi kedua berada di kawasan Samota, juga seluas 20 hektare, berdekatan dengan Sirkuit MXGP, Sport Center, serta rencana pembangunan Batalyon Marinir.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Stella Christie menjelaskan bahwa pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan visi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah digagas sejak Februari 2024 dan diajukan secara resmi pada Mei 2024. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan menengah berkualitas tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia, tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.
Anggaran pembangunan satu unit SMA Unggul Garuda diperkirakan berada pada kisaran Rp213 miliar hingga Rp250 miliar. Sekolah ini akan menerapkan kurikulum nasional yang diperkaya standar internasional, dilengkapi sistem asrama (boarding school), serta memberikan beasiswa penuh kepada seluruh peserta didik yang direkrut melalui seleksi nasional yang ketat dan transparan.
Lebih lanjut, Prof. Stella menegaskan bahwa SMA Unggul Garuda dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pemerataan akses pendidikan berkualitas, pengembangan sekolah sebagai inkubator calon pemimpin bangsa, serta penguatan prestasi akademik yang berpadu dengan pengabdian kepada masyarakat. Pembangunan sekolah di daerah dinilai strategis karena memungkinkan peserta didik berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar sekaligus memberi dampak sosial dan ekonomi yang positif.
Pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan lanjutan berupa pendanaan untuk melanjutkan pendidikan lulusan SMA Unggul Garuda ke universitas-universitas terbaik dunia. Jejaring dengan berbagai perguruan tinggi top global telah dibangun guna memastikan lulusan memiliki daya saing internasional sekaligus komitmen kuat membangun Indonesia.
Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah turut mengembangkan Program Sekolah Garuda Transformasi, yakni penguatan sekolah-sekolah berprestasi yang telah ada agar mampu bersaing menembus universitas kelas dunia. Secara nasional, ditargetkan pembangunan 20 SMA Unggul Garuda, dengan empat sekolah telah memasuki tahap pembangunan, serta 80 Sekolah Garuda Transformasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Prof. Stella bersama Bupati Sumbawa dan jajaran meninjau langsung kawasan Samota yang menjadi salah satu alternatif utama lokasi pembangunan. Kawasan ini dinilai strategis karena berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Samota serta memiliki keunggulan lanskap alam dengan panorama Teluk Saleh. Dalam peninjauan tersebut, Prof. Stella tampak antusias dan menilai Samota memiliki potensi kuat untuk mendukung ekosistem pendidikan unggulan bertaraf nasional dan internasional. Sementara itu, peninjauan alternatif lokasi di Desa Kerekeh dijadwalkan pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dengan seluruh kesiapan tersebut, Kabupaten Sumbawa menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap secara teknis, administratif, dan sosial untuk menjadi tuan rumah SMA Unggul Garuda, sekaligus berkontribusi nyata dalam agenda besar pembangunan sumber daya manusia unggul Indonesia. (*)













