
NUSRAMEDIA.COM — Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjadi sorotan publik. Seluruh tahapan seleksi telah rampung, dan kini proses penentuan akhir tinggal menunggu penilaian dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Di tengah penantian tersebut, perdebatan soal figur yang paling layak menduduki jabatan strategis tertinggi di birokrasi daerah ini terus mengemuka. Wacana calon Sekda dari internal maupun eksternal daerah pun ramai diperbincangkan.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, menegaskan bahwa asal daerah calon Sekda bukanlah persoalan utama. Yang terpenting, menurutnya, adalah kapasitas dan kompetensi dalam memahami tata kelola pemerintahan.
Khususnya, lanjut dia, pengelolaan keuangan daerah dan ekonomi makro. “Pada prinsipnya Sekda harus paham alur keuangan, paham ekonomi makro, dan paham tugas-tugasnya,” tegas Isvie.
Isvie menambahkan, Sekda NTB ke depan harus mampu menjalankan peran strategis sebagai motor penggerak birokrasi, sekaligus menjembatani visi dan misi Gubernur dengan seluruh perangkat daerah. Kemampuan komunikasi, koordinasi lintas sektor, serta kepemimpinan yang kuat menjadi kunci utama.
“Siapa pun Sekdanya, itu yang terbaik yang dipilih Gubernur dan disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri. Itu yang kita terima,” ujarnya.
Terkait beredarnya isu maupun bocoran nama calon Sekda NTB, politisi Partai Golkar ini mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dan keputusan sepenuhnya berada dalam kewenangan Gubernur. “Soal bocoran, saya tidak tahu. Tanya Gubernur,” katanya singkat.
Dengan selesainya seluruh tahapan seleksi dan tinggal menunggu penilaian akhir BKN, publik kini menanti keputusan resmi siapa figur yang akan dipercaya menduduki kursi Sekda NTB, posisi krusial yang menentukan arah dan efektivitas jalannya roda pemerintahan daerah ke depan. (*)













