Kepala Dislutkan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa mulai menyiapkan Pulau Kaung sebagai lokasi pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Penyangga.

Ini untuk mendukung aktivitas nelayan di Pulau Bungin. Kepala Dislutkan Sumbawa, Rahmat Hidayat, mengatakan timnya telah melakukan survei langsung ke lokasi.

Yakni guna melihat aktivitas ekonomi nelayan, menyerap aspirasi masyarakat, serta meninjau kesiapan lahan. “Survei ini penting untuk memastikan Pulau Kaung layak diusulkan sebagai KNMP Penyangga,” ujarnya.

Sesuai ketentuan, lokasi KNMP Penyangga harus memiliki lahan minimal 500 meter persegi. Dari hasil pengukuran sementara, Pulau Kaung memiliki lahan seluas 840 meter persegi.

Baca Juga:  DPRD NTB Soroti Kesenjangan Transportasi di Tengah Capaian Kinerja Dishub

Dimana hal ini dinilai cukup potensial untuk pengembangan fasilitas pendukung nelayan. Ke depan, lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana.

Nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak nelayan, terutama dalam meningkatkan kualitas hasil tangkapan. Rahmat menjelaskan, Pulau Kaung dipilih karena letaknya yang relatif dekat dengan Pulau Bungin.

Karena sebelumnya telah mendapatkan program KNMP. Dengan posisi tersebut, Pulau Kaung diharapkan dapat menjadi pusat pendaratan (landing base) sekaligus penyuplai hasil tangkapan nelayan ke Pulau Bungin.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD NTB Evaluasi Kinerja BPBD 2024-2025 : Progres Ada, Tantangan Masih Nyata

Meski demikian, Dislutkan masih akan melakukan kajian lanjutan sebelum pengusulan resmi diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Kami ingin memastikan program ini tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak bagi ekonomi masyarakat pesisir,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kehadiran KNMP Penyangga di Pulau Kaung dapat memperkuat kemandirian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut. (*)