
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mendorong percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar koperasi yang telah siap dapat segera menjalankan kegiatan usaha dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Wabup Ansori saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi KDKMP di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari unsur perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, manajer, pengurus, pengawas, serta tim teknis terkait.
Percepatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan KDKMP tidak berhenti pada penyelesaian fisik semata, tetapi berlanjut hingga koperasi benar-benar siap menjalankan kegiatan usaha dan menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
12 KDKMP Rampung, Lima Koperasi Disiapkan untuk Verifikasi
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, E.S. Adi Nusantara, S.Sos., MT, melaporkan bahwa dari 76 KDKMP yang telah memulai pembangunan, sebanyak 12 koperasi telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen. Sementara itu, lima KDKMP akan menjalani tahapan verifikasi dan validasi (verval) sebagai bagian dari persiapan operasionalisasi.
Para manajer KDKMP telah diturunkan ke Kabupaten Sumbawa sejak 1 Oktober 2026 untuk mempersiapkan operasionalisasi koperasi yang telah siap. Dalam tahapan berikutnya, verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan kesiapan koperasi sebelum mulai menjalankan kegiatan usaha.
Lima KDKMP yang akan menjalani verval berada di Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat; Desa Marente dan Desa Dalam, Kecamatan Alas; Desa Pukat, Kecamatan Utan; serta Desa Tarusa, Kecamatan Buer.
Wabup Ansori : Keberhasilan Koperasi Bukan Sekadar Bangunan
Wabup Ansori menegaskan bahwa penyelesaian pembangunan fisik harus diikuti dengan kesiapan pengelolaan dan kegiatan usaha. Menurutnya, keberhasilan KDKMP tidak cukup diukur dari jumlah bangunan yang rampung, tetapi juga dari kemampuan koperasi menggerakkan ekonomi desa, memperluas akses pasar bagi petani dan pelaku UMKM, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Koperasi yang baik bukan hanya koperasi yang ramai saat diresmikan, tetapi koperasi yang tetap hidup ketika acara seremonial sudah selesai,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya memastikan KDKMP mampu menjalankan fungsi ekonominya secara berkelanjutan, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Koordinasi dan Profesionalisme Jadi Kunci Operasionalisasi
Untuk mempercepat proses tersebut, Wabup Ansori meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait memperkuat koordinasi, memperjelas pembagian tanggung jawab, serta segera menindaklanjuti kendala yang ditemukan dalam proses verifikasi dan validasi.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan ekonomi masyarakat setempat.
Kesiapan pengelolaan dan kesesuaian kegiatan usaha dengan kondisi ekonomi lokal menjadi bagian penting dalam memastikan koperasi dapat berjalan secara optimal setelah mulai beroperasi.
KDKMP Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Melalui percepatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap KDKMP dapat segera beroperasi secara optimal dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa. Upaya tersebut sekaligus diharapkan mendukung terwujudnya Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera. (*)













