Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, Budi Sastrawan. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Kabupaten Sumbawa sepertinya masih mengalami kekurangan tenaga guru. Khususnya, guru Agama dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

Kekurangan cukup fantastis mencapai 70 persen dari total jumlah sekolah di Sumbawa. Demikian kekurangan itu diungkapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa.

Menurut Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, Budi Sastrawan bahwa dalam menyikapi kekurangan itu pihaknya mengaku telah melakukan pengusulan.

“Kami sangat kekurangan untuk guru agama dan PJOK. Ini yang coba kami usulkan melalui BKPSDM ke Kemenpan-RB untuk mendapatkan formasi CPNS di 2027,” ujarnya.

Baca Juga:  Dari Berugak Lahirkan Pemuda NTB Maju, Berprestasi, dan Mendunia

Budi Sastrawan melanjutkan, kekurangan guru berlangsung sejak lama dan formasinya sering diusulkan ke pemerintah daerah.

Akan tetapi, jumlah yang diusulkan belum sepenuhnya terpenuhi oleh pemerintah pusat, sehingga sejumlah sekolah masih sangat kekurangan guru pada dua mata pelajaran tersebut.

“Hampir setiap tahun kita usulkan kebutuhan tenaga gurunya, tetapi belum sepenuhnya bisa disetujui oleh pemerintah. Sehingga kita masih sangat kekurangan saat ini,” tuturnya.

Sebagai alternatif untuk memenuhi kekosongan itu, pihaknya memanfaatkan guru di masing-masing sekolah meski tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Baca Juga:  Zaenul Hamdi : Pemerataan Infrastruktur dan Distribusi Guru Jadi Kunci Pendidikan NTB

Disisi lain, pihaknya menegaskan tidak memiliki skenario ataupun rencana mengangkat tenaga honorer. Ini lantaran terbentur dengan regulasi.

“Jadi kami tidak ada skenario untuk mengangkat tenaga honor baik itu guru agama maupun PJOK. Karena sejak terbit UU 20 tahun 2023 tentang ASN, Pemda dilarang mengangkat tenaga honorer,”

Untuk diketahui, data guru honorer dan PTT yang sudah terdaftar 1.576 orang. Jumlah ini terdiri dari guru tidak tetap mencapai 1.217 orang. Sementara, sudah terdaftar di data pokok pendidikan sampai 31 Desember 2024, mencapai 230 orang. (*)

Baca Juga:  Dompu dan Bima Bersaing Ketat di Seleksi Pemuda Pelopor Desa NTB 2026