
NUSRAMEDIA.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memastikan pemerintah akan merealisasikan pembangunan Sekolah Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri Sarasehan Bersama Kepala Sekolah dan Pengawas se-Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta ratusan kepala sekolah mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga SMK.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di daerah. Menurutnya, sebagai kabupaten dengan wilayah yang lebih luas dibanding Pulau Lombok, Sumbawa masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.
“Kami berharap Kabupaten Sumbawa memperoleh tambahan alokasi revitalisasi sekolah karena masih banyak sekolah yang membutuhkan rehabilitasi serta peningkatan sarana dan prasarana,” ujar Bupati.
Selain mengusulkan penambahan program revitalisasi sekolah, Bupati juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendukung pembangunan Sekolah Terintegrasi. Pemkab telah menyiapkan lahan di Desa Kerekeh yang berada berdampingan dengan kawasan Batalyon Teritorial Pembangunan sebagai lokasi pembangunan sekolah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Bupati turut melaporkan perkembangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, Kabupaten Sumbawa telah memiliki 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 20 persen dari total kebutuhan daerah, dengan target lebih dari 100 titik layanan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Ia mengaku telah beberapa kali mengunjungi Kabupaten Sumbawa, namun kunjungan kali ini terasa istimewa karena dapat berdialog langsung dengan para kepala sekolah untuk mendengar kondisi riil pendidikan di lapangan.
Mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan merupakan amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam UUD 1945 sekaligus bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, pembangunan pendidikan nasional bertumpu pada empat pilar utama. Pilar pertama adalah penguatan infrastruktur fisik melalui revitalisasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru, serta percepatan digitalisasi pendidikan. Pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah menargetkan setiap satuan pendidikan menerima tiga unit smartboard untuk mendukung transformasi pembelajaran berbasis digital.
Pilar kedua adalah penguatan infrastruktur pedagogik melalui peningkatan kualitas guru. Pemerintah menyiapkan sekitar 150 ribu beasiswa, peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan, serta penguatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Selanjutnya, pembangunan infrastruktur kultural difokuskan pada pembentukan karakter peserta didik melalui Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta penguatan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Sementara itu, pilar keempat adalah penguatan infrastruktur legal melalui penyempurnaan regulasi yang menjadi fondasi penyelenggaraan pendidikan agar semakin efektif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Usai menyampaikan arahannya, Mendikdasmen membuka sesi dialog bersama para kepala sekolah. Suasana berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana sekolah, pemerataan distribusi guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga berbagai persoalan yang dihadapi sekolah di wilayah terpencil.
Seluruh aspirasi tersebut didengarkan secara langsung oleh Abdul Mu’ti dan ditanggapi satu per satu. Ia menegaskan bahwa masukan dari daerah menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional agar benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa, termasuk melalui pembangunan Sekolah Terintegrasi, revitalisasi sekolah, penguatan kompetensi guru, serta transformasi pembelajaran menuju pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan berkualitas. (*)













