HEADLINE

Dua Jembatan Putus dan 648 Jiwa Terdampak

Sebanyak 648 jiwa terdampak banjir bandang di Desa Kalabeso, Desa Jurumapin, Desa Labuhan Burung Kecamatan Buer, dan Desa Marente Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Sebanyak 648 jiwa terdampak banjir bandang di Desa Kalabeso, Desa Jurumapin, Desa Labuhan Burung Kecamatan Buer, dan Desa Marente Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) Rabu (21/2/2024) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat membenarkan terjadi banjir bandang di Desa Kalabeso warga terdampak , Desa Jurumapin, Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer serta Desa Marente Kecamatan Alas.

“Benar, terjadi banjir di dua kecamatan karena intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu Kecamatan Buer dan Kecamatan Alas,” kata Nurhidayat Kamis (22/2/2024).

Banjir merendam ratusan rumah warga di tiga desa yaitu Desa Jurumapin, Kalabeso dan Labuhan Burung namun kondisinya sudah surut dengan total 648 jiwa terdampak.

Baca Juga:  155 Kades Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan

Selanjutnya banjir bandang menghanyutkan dua rumah warga di Desa Jurumapin Kecamatan Buer dan ada 9 jiwa mengungsi di rumah keluarga terdekat. “Dua jembatan penghubung antar desa putus sehingga akses satu-satunya lumpuh,” sebut Nurhidayat.

Ia menyebutkan, jembatan penghubung antar Desa Kalabeso ke Desa Labuhan Burung Kecamatan Buer putus dan jembatan penghubung antara Dusun Marente Loka dan Dusun Beru Desa Marente Kecamatan Alas terputus di terjang banjir bandang kemarin.

Sedangkan di Desa Marente Kecamatan Alas tidak ada rumah warga terendam banjir karena terdampak pada jembatan putus dan areal sawah gagal panen.

Baca Juga:  Dewan Usulkan Bangun Kantor Gubernur NTB di Pulau Sumbawa

“Ambruknya tanggul penahan tebing sekitar -+ 60 M dengan tinggi -+ 4 M di bagian kiri dan kanan Jembatan penghubung tersebut,” imbuh Nurhidayat.

Sementara, areal sawah petani yang diterjang banjir mengakibat gagal panen
sebanyak 25 Hektare di Desa Kalabeso, dan 2 hektare di Desa Jurumapin Kecamatan Buer dan 10 hektar di Desa Marente, Kecamatan Alas.

“Cekdam Uma Nasi di Desa Jurumapin ambruk dan tanggul penahan tebing tergerus oleh banjir di wilayah pemukiman Dusun Jurumapin B sepanjang -+ 100 M tinggi sekitar -+ 3.5 M,” kata Nurhidayat.

Baca Juga:  Pembelian Lahan Samota Ditegaskan Tak Bakal Sia-Sia

Upaya yang sudah dilakukan sambungnya, melakukan koordinasi dengan Desa/Kelurahan/Kecamatan tempat terdampak kejadian, memantau perkembangan kejadian dan proses gotong royong pasca bencana.

Ia mendorong segera dilakukan upaya pemasangan beronjong penahan tebing di tiga desa terdampak banjir bandang di Kecamatan Buer untuk mengurangi dampak dan tidak semakin meluas ke pemukiman warga ketika terjadi bencana kedepan.

Nurhidayat mengimbau warga untuk berhati-hati selama musim penghujan ini mengingat cuaca masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sehingga menyebabkan banjir bandang. “Kepada warga kami imbau waspada karena cuaca masih akan berpotensi terjadi Hujan Lebat di wilayah hulu,” pungkasnya. (red)