POLITIK

Dua Perempuan Hebat Gabung ke Perindo : “Amunisi” Dahsyat Bertambah !

107
Hj. Wewe Anggreaningsih, S.E.,Ak.,M.Sc (kiri) dan Ibu I Dewa Ayu Gracia Guana Murthi, SH, M.Kn (kanan). Juru Bicara DPW Partai Perindo NTB Chris Parangan (pojok kanan). (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Kabarnya, Rabu (24/5) kemarin, ada dua perempuan hebat kelahiran asli Kota Mataram kini telah bergabung dengan Partai Perindo Nusa Tenggara Barat.

Mereka berdua disebut-sebut bakal mampu membuat kejutan serta menggebrak panggung perpolitikan di NTB. Pasalnya, sepak terjang keduanya tidak diragukan lagi.

Terkait hal ini, Juru Bicara DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) NTB Chris Parangan yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kabar tersebut.

“Oh, bener. Jadi ada dua perempuan yang berbasic profesional bergabung bersama Partai Perindo. Perindo NTB ketambahan dua “amunisi” dahsyat,” tegasnya.

“Pertama, Ibu Hj. Wewe Anggreaningsih, S.E.,Ak.,M.Sc dan Ibu I Dewa Ayu Gracia Guana Murthi, SH, M.Kn,” ungkap pria yang kerap disapa CP ini, Kamis (25/5/2023).

Dijelaskannya, bahwa Hj Wewe Anggreaningsih bukanlah pendatang baru dalam dunia politik. Sebelumnya ia tercatat pernah nyaleg DPR RI melalui Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pileg lalu.

Baca Juga:  Optimis Tatap 2024, Ketua DPW PKB NTB Maju ke DPR RI : "Alhamdulillah, Ketua Umum Sudah Mengizinkan"

“Beliau itu mantan caleg PAN DPR RI pengepul suara terbanyak kedua dibawah Muhammad Syafrudin yang kita tahu namanya itu Pak Rudhy Mbojo (Anggota DPR RI),” ungkapnya.

“Jadi Bu Hajjah Wewe ini mantan caleg PAN yang sekarang gabung di Perindo Nusa Tenggara Barat. Beliau juga (diketahui) sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Kampanye Daerah pada saat Jokowi-Amin 2019 lalu,” imbuhnya.

Oleh karenanya, CP menegaskan bahwa, Hj Wewe Anggreaningsih bukanlah pemula dalam dunia politik. Ini lantaran dulunya ia pernah mencalonkan diri maju bertarung pada Pileg lalu untuk DPR RI.

Lebih lanjut diungkapkan Chris Parangan, bahwa jauh sebelumnya, Hj Wewe Anggreaningsih beraktivitas sebagai akuntan di BPKP. Dimana pernah bekerja satu atap dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu di Palembang.

“Jadi Ibu (Hj Wewe) yang bergabung ini kelasnya Presiden PKS, pada saat mereka di birokrat dulu. Mereka dulu sama-sama di BPK Sumatera Selatan. Hajjah Wewe ini adalah putri NTB asli, sukses ditanah rantau,” ujarnya.

Baca Juga:  PBB NTB Bertekad Kembalikan Kejayaan

Sebagai putri asli NTB, sambung CP, kini Hj Wewe Anggreaningsih kembali ingin berbuat untuk masyarakat dan daerahnya. “Nah, dengan kekayaan intelektualnya, beliau ingin salurkan lewat Perindo berbuat untuk daerah,” tuturnya.

“Disisi lain, beliau itu punya chemistry merasa bangga dengan Pak TGB (Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi-Ketua Harian Nasional Perindo) dan Bu Rohmi (Hj Sitti Rohmi Djalilah-Ketua Dewan Pertimbangan Perindo NTB),” sambung CP.

Tak hanya itu, CP juga mengungkapkan secara jelas sosok Hj Wewe Anggreaningsih. Dimana perempuan tersebut adalah istri dari Agus Harianto yang tak lain adalah mantan Direktur Utama PT Taspen Indonesia.

Agus Harianto juga tercatat pernah menjabat sebagai Sekjen Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sekaligus Irjen Kemenkeu RI. “Dan Agus Harianto itu adalah suami beliau (Hj Wewe Anggreaningsih,” tegasnya mengungkapkan.

Baca Juga:  Nyaleg Lewat Gerindra, Mantan Kepala SMP Berprestasi Nasional Siap "Tempur" Menuju Udayana

Sedangkan untuk I Dewa Ayu Gracia Guana Murthi, masih dikatakan CP, merupakan Notaris. Disisi lain, perempuan ini cukup dikenal bahkan memegang posisi yang bukan main.

“Ibu Dewa Ayu ini juga adalah Sekretaris Asosiasi Notaris Dunia. Untuk diketahui pula, Ibu Dewa Ayu juga merupakan tokoh milenial keluarga besar Puri Mayura-Cakranegara,” urai Chris Parangan.

Dengan bergabung dua perempuan tersebut, CP mewakili Perindo NTB menyatakan kesyukuran yang teramat. Pihaknya sangat menyambut baik dengan bergabungnya dua perempuan hebat tersebut.

“Kami mewakili partai, Alhamdulillah. Mereka juga ini dalam proses pencalegan. Ibu Hajjah Wewe untuk Dapil Lombok Barat-Lombok Utara (DPRD NTB). Kemudian Ibu Dewa Ayu untuk Dapil Cakra-Mataram (DPRD Kota Mataram),” pungkasnya. (red) 

Artikel sebelumyaSaksi Ahli Kominfo Sebut Penyebar Postingan Fihirudin Bisa Dipidana
Artikel berikutnyaMengenal Sosok Muhammad Rais, Pemuda Aktivis Pejuang Kemanusiaan