POLITIK

Tegaskan Tetap Maju DPR RI, Boris Syaifullah “Nyebrang” ke Perindo?

CEO BorSya Group-Boris Syaifullah mendampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bertemu Wakil Menteri Pariwisata dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Gerak langkah pengusaha muda sukses Boris Syaifullah sepertinya cukup menimbulkan teka teki. Pasalnya, isu pindah partai sempat mencuat. Hal ini pun menjadi tanda tanya besar. Diketahui, Boris Syaifullah ber-KTA NasDem.

Namun belakangan ini, berhembus kabar bahwa CEO BorSya Group tersebut telah “nyebrang” ke Partai Perindo. Apalagi sebelumnya, Boris Syaifullah dikabarkan juga sempat bertemu dengan sejumlah petinggi Partai Perindo.

Mulai dari Ketua DPW Perindo NTB dan lainnya, dan kini Ketua Apnatel Jawa Barat itu bertemu dengan Ketua Umum Perindo. Yakni tak lain adalah Hary Tanoesoedibjo (HT). Nampak dalam pertemuan itu hadir pula Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Lantas apakah hembusan kabar tersebut benar adanya? Boris Syaifullah yang dikonfirmasi memberikan tanggapannya. Boris Syaifullah menanggapi santai dengan adanya isu tersebut. “Pada dasarnya saya enjoy dengan semua isu atau selentingan yang ada,” ujarnya.

“Itu artinya, orang masih memikirkan saya atau mungkin merindukan saya,” imbuh Wakil Ketua Komite Tetap Asia Pasifik Kadin Indonesia ini. Mengenai status dirinya, Boris Syaifullah menegaskan bahwa, hingga saat ini dirinya masih bagian dari Partai NasDem.

Baca Juga:  Suhaili Tegaskan Tak Gengsi Dampingi Zulkieflimansyah

“Saya harus akui sampai hari ini, KTA (Kartu Tanda Anggota) saya masih biru (Partai NasDem),” tegasnya. Disisi lain, Boris Syaifullah menyatakan akan tetap maju ke DPR RI. Meski, sebelumnya NasDem telah mengumumkan tiga nama.

Mereka adalah Mori Hanafi-mantan Pimpinan DPRD NTB. Jamaluddin Malik (JM)-mantan Bupati Sumbawa dua periode. Kemudian, Ika Rizky Veryani atau kerap dikenal dengan panggilan Chika-mantan Calon Wakil Bupati Dompu.

Dimana mereka dipersiapkan partai besutan Surya Paloh itu sebagai Bacaleg NasDem DPR RI dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa. Meski demikian, menurut Boris Syaifullah, hal tersebut masih bersifat sementara atau Daftar Calon Sementara (DCS).

Artinya, tidak menutup kemungkinan semua komposisi tersebut bisa saja berubah. Karena belum sampai ke tahap Daftar Calon Tetap (DCT). Terkait itu, pengusaha muda kelahiran asal Sumbawa tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada pihak DPP NasDem.

Seperti apa dan bagaimana kedepannya, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya dan akan mendukung keputusan pihak DPP partai. “Soal itu saya serahkan sepenuhnya ke partai. Kan sekarang masih DCS belum DCT, jadi semuanya bisa saja berubah,” katanya.

“Sekali lagi, biarlah proses yang menjadi jawaban. Pun terlalu naif kalau saya harus berkompetisi memperebutkan dengan salah satu orang yang kita hargai bahkan satu tokoh Sumbawa,” urainya. Ia juga menyampaikan, yang mana kehadiran dirinya minimal dapat memberikan pesan, bahwa diatas pertarungan dan kompetisi politik ada hal yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Survei LSI Denny JA, Zulkieflimansyah Posisi Teratas

“Yaitu menempatkan perhargaan kepada tokoh-tokoh yang duluan hebat dari pada kita,” kata Boris Syaifullah. “Kalau masih ada cara elegan kenapa tidak?,” imbuh Boris Syaifullah dengan santun.

PENEGASAN BORIS SYAIFULLAH

Menjawab rasa penasaran publik, Boris Syaifullah menegaskan tetap akan maju ke DPR RI. “Dari awal tujuan saya kan ke Senayan,” katanya. “Bukan ke satu warna,” sambung pria yang dikenal bersahabat dengan semua kalangan tersebut dengan santai.

Mengenai isu pindah partai, menurut Boris Syaifullah, semuanya bisa saja terjadi. “(Karena) didalam proses pasti ada dinamika,” ujarnya. “Tentang langkah kita bisa jadi kita berhenti ke satu warna karena panggilan,” imbuhnya sembari menegaskan dirinya enjoy dengan selentingan isu tersebut.

Persoalan seperti apa dan bagaimana kedepannya, Boris Syaifullah menyatakan biarkan semuanya mengalir dan berproses. “Hidup itu tentang kenyamanan dan merasa dihargai. Nah, ketika tempat itu sudah tidak menghargai keberadaan kita, ya jalan terbaik adalah meninggalkannya,” tuturnya santai.

Baca Juga:  Teriakan Kemenangan Warnai Deklarasi Bang Zul-Abah Uhel

Boris Syaifullah juga tak menampik bahwa dirinya pernah bertemu dengan Ketua DPW Perindo NTB, M Khairul Rizal. Menurut dia, saat itu adalah momen silaturahim. Karena bagi dia, silaturahim adalah jalan pembuka rezeki. Dikesempatan itu, ia juga mengaku sempat membahas mengenai politik. “Dan ini menarik dan saya sangat bangga karenanya,” ujarnya.

BERTEMU HARY TANOESOEDIBJO

Lebih jauh diungkapkan Boris Syaifullah, bahwa pertemuan dirinya dengan Ketua Umum Partai Perindo murni soal bisnis. Dimana ia mendampingi Gubernur NTB bertemu dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Hary Tanoesoedijbo.

“Kontek hari ini, saya mendampingi Bang Zul (Gubernur NTB) untuk bertemu Wamen Pariwisatan dan Pak HT,” katanya. “Sebagai masukan bahwa Pak HT adalah pemilik MNC Group yang notabene ada keterkaitan dengan bisnis saya,” sambungnya.

Perlu diketahui, Boris Syaifullah mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengenal HT cukup lama. Dimana pernah bersama-sama dari Pengusaha Muda Indonesia dalam agenda mendampingi Presiden RI di Bussiness Meting di Korea. (red)