

NUSRAMEDIA.COM — Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Muhammad Syafrudin (HMS) menggandeng pihak Kementan RI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO).
Giat itu berlangsung tepatnya di Hotel Grand Sumbawa beberapa hari lalu. Bekerjasama dengan Kementan melalui Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) juga memberikan bantuan kelompok tani di Sumbawa.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasinya kepada HMS yang telah mengalokasikan anggaran aspirasinya melalui Bimtek kepada kelompok penerima bantuan UPPO sebanyak kurang lebih 15 kelompok.
“Kelompok tani yang menerima bantuan UPPO ini sebesar 200 juta/kelompok, dana tersebut dimasukkan melalui rekening kelompok tani, kemudian dana tersebut di manfaatkan untuk pembangunan UPPO,” katanya.
“Yang terdiri dari Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO) dan kendaraan roda 3, bangunan rumah kompos dan 8 ternak sapi,segera dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian RI,” sambungnya.
Dia berharap agar apa yang menjadi tujuan, yaitu adanya pengembangan sapi dapat berkelanjutan dan bisa ditularkan kepada anggota lainnya. Misalkan sapi jantan dan betina terus dipelihara dengan baik.
Sehingga beranak pinak maka bisa di tularkan ke anggota lain dalam kelompok tersebut. “Demikian juga dengan masalah pupuk organiknya dari kotoran hewan sapi itu tidak terbuang dengan sia-sia,” katanya.
“Sehingga alangkah baiknya agar kotoran hewan di manfaatkan untuk pupuk organik,” lanjutnya lagi. Ditegaskannya, sapi yang dipelihara itu agar dirawat dengan baik, jangan sampai dilepas.
Apalagi hilang bahkan pindah ketangan orang lain atau di jual, agar program UPPO ini bisa berkelanjutan maka manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya karena dana bantuan ini hanya sekali saja.
“Maka tolong di bisa jaga, dirawat dan di manfaatkan dengan baik. Dan ingat satu hal, kelompok tani yang menerima bantuan harus tertib secara administrasi,” tuturnya.
“Segala perbelanjaan harus sesuai dengan dokumen pembelian. Contoh membeli hewan sapi harus ada kartu registrasi dari dinas peternakan itu harus dilengkapi,” imbuhnya.
Diharapkan pula, semoga HMS tetap bisa menyampaikan bantuan dari pusat melalui aspirasinya untuk masyarakat se-Pulau Sumbawa dan khususnya di Kabupaten Sumbawa. (red)













