Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori saat meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Lenangguar. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan saat meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di RT 002/RW 002, Dusun Lenangguar A, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Senin (15/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Lenangguar, Kepala Desa Lenangguar, serta unsur pemerintah setempat. Kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen untuk membantu warga yang tertimpa musibah.

Di hadapan masyarakat, Wabup Ansori menegaskan bahwa musim kemarau identik dengan meningkatnya risiko kebakaran, sehingga diperlukan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama.

“Kalau melihat kondisi saat ini, masyarakat harus selalu waspada dan siap siaga menghadapi musim kemarau. Hampir setiap waktu kami turun ke lokasi-lokasi yang mengalami kebakaran. Karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Apresiasi Seluruh Elemen, MTQ XXXI NTB Kini Siap Memasuki Babak Final

Wabup secara khusus meminta para kepala desa dan kepala dusun untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan kebakaran. Menurutnya, banyak kasus kebakaran yang terjadi akibat kelalaian maupun kondisi instalasi listrik yang tidak aman.

“Saya meminta Pak Kades dan para Kadus untuk terus mengingatkan masyarakat. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan seluruh sumber yang berpotensi memicu kebakaran sudah dicek. Musibah kebakaran sering kali datang tanpa diduga. Cuaca panas seperti sekarang mengharuskan kita lebih siaga dan berhati-hati,” tegasnya.

Ia menambahkan, arus pendek listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah warga. Oleh karena itu, masyarakat diminta secara berkala memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah masing-masing.

Baca Juga:  ASN Dituntut Adaptif dan Profesional, Sekda NTB Tekankan Semangat Pengabdian

“Kalau penyebabnya arus pendek, berarti instalasi listrik harus diperiksa secara menyeluruh. Namun apa pun penyebabnya, kewaspadaan harus tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Ansori juga memastikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa hadir dan bergerak cepat membantu warga terdampak. Sejumlah OPD teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendampingan.

Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) turut mengambil bagian dalam upaya penanganan pascabencana. Sementara itu, bantuan logistik darurat telah disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada para korban.

“Kami ikut prihatin atas musibah yang terjadi. Namun pemerintah daerah hadir bersama tim lengkap untuk membantu masyarakat. Dinas PRKP akan menyiapkan dukungan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga rumah warga yang terdampak dapat dibangun kembali dan masyarakat bisa segera bangkit dari musibah ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  NTB Pacu Transformasi Data, Bidik Predikat Sangat Baik Nasional pada Satu Data Indonesia

Berdasarkan data di lapangan, kebakaran mengakibatkan dua unit rumah mengalami kerusakan total atau terbakar 100 persen, yakni rumah milik H. Saipudin dengan estimasi kerugian sekitar Rp80 juta dan rumah milik Hasbulah dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp80 juta.

Selain itu, satu unit rumah milik Junaidi turut terdampak dengan tingkat kerusakan sekitar 5 persen dan estimasi kerugian mencapai Rp6 juta.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau, dengan memastikan keamanan instalasi listrik dan menghilangkan berbagai potensi pemicu kebakaran di lingkungan tempat tinggal masing-masing. (*)