Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, ST. (Ist)
Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, ST. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM Anggota DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Johan Rosihan mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2023. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengapresiasi peran pers sebagai penguat demokrasi.

Menurutnya, pers memegang pernanan vital untuk mewujudkan pers sehat sebagai pilar kokohnya demokrasi di Indonesia. “Pers berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat. Baik di daerah ataupun di pusat,” ujar Johan Rosihan.

Ditegaskannya, bahwa di negara demokrasi seperti Indonesia, pers berperan penting sebagai alat kontrol bagi pemerintah. Alat kontrol dimaksud, pers memiliki hak untuk mengkritik kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Baca Juga:  Tak Ingin Diklaim Daerah Lain, Sumbawa Lindungi Motif Kre Alang

“Dan atau menyebarkan kebijakan tersebut,” kata Legislator Senayan yang saat ini duduk di Komisi IV DPR RI ini. Pria kelahiran asal Sumbawa itu juga tak menampik, bahwa peran pers dalam pemerintahan sangat besar.

Baik itu dalam mewartakan agenda pemerintahan ataupun memberikan kritik kebijakan pemerintah. “Di negara kita kekuatan pers sudah setara dengan tiga pilar demokrasi lainnya seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” tegasnya.

“Pers itu punya kekuatan untuk mengawasi jalannya pemerintahan,” imbuh Johan Rosihan kepada media ini, Kamis (9/2). Dengan perkembangan zaman dan penyebaran informasi yang tak terbatas seperti saat ini, negara sangat membutuhkan kehadiran pers.

Baca Juga:  NTB Asri Berkelanjutan : Komitmen Nyata Kelola Sampah dan Tanam Pohon

Yakni dengan prespektif yang jernih yang turut berperan dalam melawan kekacauan informasi, hoax, hate speech yang mengancam kehidupan demokrasi. “Pers juga harus bisa menciptakan masyarakat yang sehat, dalam arti sehat saat mencerna informasi,” tutur Johan Rosihan.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS MPR RI itu menegaskan bahwa perlu kontrol yang serius untuk penggiat pers. Karena, masih kata dia, tanpa kontrol, pers juga bisa berbalik membahayakan. “Ekosistem media harus dilindungi dan diproteksi,” katanya.

Baca Juga:  Safari Ramadhan di Ranan, Wabup Sumbawa Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan

“Sehingga masyarakat mendapatkan konten berita yang baik, mereka yang memproduksi, yang mendeliver berbagai macam nilai- nilai dan informasi,” sambungnya. Oleh karenanya, tepat di momen HPN ini, Johan Rosihan menyampaikan harapannya. Agar kedepan pilar ke empat demokrasi ini bisa lebih independent.

Termasuk bebas dari pengaruh kekuasaan manapun termasuk pemilik media. Karena dalam negara demokrasi, peran pers dibutuhkan. Agar, kata Johan Rosihan, tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) oleh penyelenggara pemerintahan dalam suatu negara. (Adv/*)