Bakal Calon Bupati Lombok Barat, H Lalu Ahmad Zaini (LAZ) saat bersama Raja Dangdut H Rhoma Irama di Mataram. (Ist)
Bakal Calon Bupati Lombok Barat, H Lalu Ahmad Zaini (LAZ) saat bersama Raja Dangdut H Rhoma Irama di Mataram. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Direktur Utama (Dirut) PT Air Minum (PTAM) Giri Menang Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan diri mantap untuk maju ‘bertarung’ di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Barat 2024 ini.

LAZ akan berpasangan dengan Nurul Adha (LazAdha). Diketahui, Nurul Adha sendiri adalah Ketua DPD PKS Lombok Barat sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua (Waka) DPRD Lombok Barat.

Mengingat Lalu Ahmad Zaini sendiri adalah Dirut PTAM Giri Menang saat ini, ia secara terbuka dihadapan awak media memastikan bakal segera mengundurkan diri sebagai Dirut PTAM Giri Menang.

Baca Juga:  Dashboard Eksekutif NTB Hadir, Pimpinan Daerah Kini Pantau Pembangunan Strategis Secara Real-Time

Karena berdasarkan aturan untuk maju di Pilkada, LAZ harus mundur dari jabatannya. “Terkait dengan posisi jabatan saya, tentu saya taat aturan. Saya segera mengajukan pengunduran diri,” tegasnya.

Hal itu diungkapkan LAZ tepatnya pada saat acara konferensi pers di Hotel Santika lingkup Kota Mataram, kemarin. LAZ juga tak menampik, terkait hal ini juga sudah mendapat peringatan dari Bawaslu.

Oleh karenanya, LAZ mengaku akan mundur setelah resmi dilakukan penetapan calon di KPU mendatang. “Dan dari bawaslu juga sudah mengingatkan kepada kami untuk segera mundur setelah penetapan (calon),” bebernya.

Baca Juga:  Terima Audiensi Ombudsman NTB, Bupati Jarot Siap Perkuat Pelayanan Publik di Sumbawa

Sekedar informasi, pasangan LazAdha akan menggelar deklarasi pada Minggu (11/08/2024) di Lapangan Kediri, Lombok Barat. Rencananya, Raja Dangdut Indonesia Rhoma Irama turut memeriahkan deklarasi tersebut.

Rhoma Irama juga sebelumnya mengungkapkan bahwa rencananya pada acara deklarasi LazAdha akan membawa beberapa lagu. Namun, berapa jumlah lagu nantinya akan disesuaikan dengan situasi kondisi.

Untuk diketahui pula, LazAdha telah mendapat dukungan resmi dari sejumlah partai politik (parpol) sebagai pengusung. Yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). (red)

Baca Juga:  Di Tengah Normalisasi Tambang, Ekonomi NTB Tetap Melaju, Tumbuh 7,41 Persen dan Terbaik Kedua Nasional