Kolaborasi Dikpora NTB Bidang Kepemudaan, Densus 88 dan Putri Remaja menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Kepemudaan serta Pencegahan Terorisme di SMAN 3 Mataram

NUSRAMEDIA.COM — Komitmen memperkuat ketahanan generasi muda melalui pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan terus diperkuat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) NTB, pemerintah berkolaborasi dengan Tim Densus 88 menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Kepemudaan serta Pencegahan Terorisme di SMAN 3 Mataram, Kamis (24/09/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.400 siswa kelas X hingga XII bersama para guru dan pembina sekolah tersebut memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun daya tahan diri terhadap berbagai pengaruh negatif.

Selain itu, para pelajar juga dibekali wawasan kebangsaan, penguatan karakter, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan di era digital.

Penguatan Karakter Menjadi Benteng Generasi Muda

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., ME., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini melalui pemberian pemahaman kepada pelajar mengenai berbagai pengaruh yang dapat mengarah pada ekstremisme dan tindakan kekerasan.

“Pelajar dan pemuda perlu mendapatkan pemahaman yang memadai agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang dapat merusak dan memecah belah persatuan bangsa,” ujarnya.

Menurut Haji Tarmidzi yang akrab disapa Pak Ajik, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter sekaligus pencarian jati diri.

Oleh karena itu, penguatan literasi, wawasan kebangsaan, serta kemampuan menyaring informasi menjadi bekal penting bagi para pelajar, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi di lingkungan maupun ruang digital.

Baca Juga:  Fraksi NasDem DPRD Sumbawa Apresiasi Kenaikan Pendapatan Daerah dan Berikan Catatan

“Usia pelajar SMA merupakan masa produktif dalam pembentukan jati diri. Karena itu, sosialisasi seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pemuda kita yang nantinya menjadi penerus pembangunan,” ucap Ajik.

Putri Remaja Indonesia NTB Ajak Pelajar Hindari Pernikahan Usia Anak

Selain materi mengenai kepemudaan dan pencegahan terorisme, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai Merarik Kodek atau pernikahan pada usia anak. Materi tersebut disampaikan oleh salah satu pemateri, The Winner Putri Remaja Indonesia NTB 2026, Devika.

Di hadapan para pelajar, Devika mengajak generasi muda untuk menghindari pernikahan pada usia anak dengan memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta aktif dalam berbagai kegiatan positif.

Menurutnya, masa muda merupakan kesempatan terbaik untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap individu. Karena itu, para pelajar didorong untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan terus berproses melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.

“Isi waktu kita dengan hal-hal positif, terus berlatih dan berkarya karena sesungguhnya setiap manusia pasti memiliki potensi. Mari kita gali potensi yang ada pada diri kita agar kelak potensi yang ada akan berguna dan bermanfaat baik bagi diri kita maupun orang lain,” ucap Devika.

Baca Juga:  Buka Festival SAMBA XV, Sekda Sumbawa Budi Prasetiyo : Jaga Budaya, Kuatkan Jati Diri

Densus 88 Ingatkan Bahaya Narkoba, Terorisme dan Game Online

Sementara itu, Ketua Tim Densus 88, Aipda Adi, menyampaikan materi mengenai pencegahan narkoba, terorisme, dan bahaya game online kepada para pelajar.

Dalam pemaparannya, Aipda Adi menjelaskan bahwa narkotika dan tindak terorisme merupakan bentuk kejahatan serius yang memiliki dampak luas terhadap individu, keluarga, maupun masyarakat.

Karena itu, pemerintah telah menetapkan ketentuan hukum beserta sanksi tegas bagi para pelaku sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Narkoba dan terorisme merupakan tindak pidana atau kejahatan luar biasa, sehingga pemerintah telah menetapkan sanksi tegas kepada setiap pelakunya,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya membangun benteng diri sejak usia pelajar. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang memadai serta membiasakan diri dengan perilaku positif agar tidak mudah terpengaruh maupun terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba ataupun tindakan yang berkaitan dengan terorisme.

Aipda Adi juga mengingatkan para pelajar agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan serta bijak menyikapi berbagai informasi yang diterima, termasuk melalui media sosial dan ruang digital.

Baca Juga:  Kekeringan Mengancam Air Bersih dan Pangan, DPR Desak Pemerintah Lebih Aktif dan Efektif

“Narkoba dan terorisme tidak hanya dapat merusak masa depan dan nama baik keluarga, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi diri sendiri maupun masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Edukasi Berkelanjutan Menjangkau Sekolah-sekolah di NTB

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan karena pengembangan potensi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga keberanian berkarya, membangun karakter, serta membuat pilihan yang mendukung masa depan.

Pak Ajik menambahkan, kolaborasi antara Bidang Kepemudaan Dikpora NTB dan Tim Densus 88 merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai risiko terorisme, ekstremisme, dan kekerasan.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan mampu mengembangkan sikap kritis, menghargai perbedaan, serta mengambil keputusan secara bijak dalam menghadapi berbagai informasi dan pengaruh yang berkembang di masyarakat maupun media digital.

Program edukasi tersebut juga akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Dikpora NTB berencana menggelar kegiatan serupa setiap pekan di berbagai sekolah, termasuk pada awal Oktober di Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Giat semacam ini akan terus berlangsung setiap pekannya di sekolah-sekolah se-Lombok. Tidak menutup kemungkinan kegiatan ini juga akan diperluas hingga Pulau Sumbawa,” tutupnya. (*)