
NUSRAMEDIA.COM — Proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kabupaten Lombok Timur menunjukkan progres memuaskan.
Hingga awal Desember 2025, progres pekerjaan telah mencapai 93,18 persen, melampaui target dengan deviasi positif sebesar 2,37 persen. Proyek yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai ini bertujuan meningkatkan Indeks Penanaman (IP), dari pola tanam padi–palawija ke pola tanam yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Total area layanan yang ditingkatkan mencapai 378 hektare, sementara panjang saluran yang diperbaiki mencapai 3,887 kilometer.
Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, menyampaikan bahwa pekerjaan berjalan sesuai rencana dan ditargetkan tuntas sebelum akhir Desember. Hal ini disampaikan saat ia melakukan pemantauan langsung di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, beberapa hari lalu.
“Proyek irigasi ini mencakup empat ruas saluran tersier yang sumber airnya diambil dari bangunan bagi utama dan dialirkan ke hilir. Insya Allah sebelum akhir Desember rampung,” ujar Sadimin.
ANGGARAN LEBIH DARI 5 MILIAR DAN PENGERJAAN 4 BULAN
Proyek rehabilitasi ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp5 miliar, dengan masa pengerjaan yang telah memasuki bulan keempat. Setelah pekerjaan struktur selesai, tahap akhir akan berfokus pada perapian dan penimbunan di sejumlah titik. “Realisasi kita 93,18 persen, deviasi positif 2,37 persen. Bagian akhir tinggal perapian saja,” jelasnya.
ATASI TITIK RAWAN LUAPAN MELALUI ANALISIS HIDROLIS
Sebelum direhabilitasi, beberapa saluran di wilayah tersebut kerap mengalami overtopping saat musim hujan karena saluran irigasi bercampur fungsi dengan saluran drainase. Untuk menangani persoalan ini, tim pelaksana menerapkan pendekatan teknis melalui analisis hidrolis guna memastikan kesesuaian debit air dengan kapasitas saluran.
Hasil analisis menemukan beberapa titik pada bagian siku kanan rawan luapan akibat berada di posisi lebih rendah. Perbaikan pun dilakukan dengan meninggikan saluran di titik-titik tersebut. “Setelah kami identifikasi dan tinggikan, alhamdulillah beberapa kali hujan terakhir aman,” kata Sadimin.
Ia juga menjelaskan bahwa dimensi saluran disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan, mengingat minimnya sistem drainase terpisah di wilayah tersebut.
MASYARAKAT DIMINTA JAGA INFRASTRUKTUR IRIGASI
Untuk menjaga keberlanjutan fungsi irigasi, Sadimin mengingatkan masyarakat agar tidak merusak saluran dengan melubangi infrastruktur demi mengambil air secara cepat. Pengambilan air seharusnya dilakukan melalui pintu air yang sudah disediakan.
“Jangan sampai saluran yang sudah dibangun dibolong-bolong. Itu akan menyulitkan pengalokasian air sesuai rencana,” tegasnya.
Pengelolaan air di lapangan melibatkan P3A/GP3A, Juru Pintu Air, serta pengamat irigasi untuk memastikan distribusi air berjalan tertib dan efisien.
Dengan progres yang hampir rampung, proyek rehabilitasi irigasi di Lombok Timur diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. (*)













