
NUSRAMEDIA.COM — Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan daerah.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, bersama Wakil Bupati Mohamad Ansori, melaksanakan Sholat Idul Fitri bersama masyarakat di Lapangan Pahlawan, Sabtu (21/03/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi bersama atas perjalanan pembangunan daerah.
Ia menyampaikan, dalam satu tahun kepemimpinan Jarot–Ansori, sejumlah capaian awal telah berhasil diraih. Salah satunya adalah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menjadi indikator tertinggi dalam tata kelola keuangan daerah. “Ini menunjukkan komitmen kita dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Di bidang perencanaan pembangunan, berbagai dokumen strategis telah disusun, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sebagai fondasi arah pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Sementara itu, sektor ekonomi kerakyatan mulai menunjukkan tren positif. Pemerintah daerah juga telah mengoperasikan sekolah rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.
Di bidang ketenagakerjaan, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) terus didorong agar generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa arah pembangunan ekonomi Sumbawa kini mulai bergeser ke sektor hilirisasi. Langkah ini diambil agar daerah tidak terus bergantung pada penjualan bahan mentah.
Beberapa program hilirisasi yang tengah didorong meliputi sektor udang, garam, dan peternakan. Salah satu langkah konkret adalah penandatanganan nota kesepahaman.
Yakni antara Pemprov NTB dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia pada 9 Maret 2026 di Jakarta, terkait pengembangan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Nusa Tenggara Barat, termasuk di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, pengembangan ekonomi berbasis kelautan melalui konsep ekonomi biru berkelanjutan juga menjadi fokus utama.
Namun demikian, pembangunan ekonomi tersebut tetap diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah daerah menggagas gerakan “Sumbawa Hijau Lestari” melalui program penanaman satu juta pohon di seluruh wilayah kabupaten.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Sumbawa bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Semangat Idul Fitri ini harus menjadi kekuatan untuk terus menjaga persatuan, merawat persaudaraan, dan melangkah bersama membangun Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)












