
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemerintah Provinsi NTB angkatan VIII hingga X tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia NTB ini diikuti oleh 114 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov NTB. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, mulai 13 hingga 18 April 2026.
Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Ummi Dinda mengingatkan para peserta untuk tetap rendah hati dan selalu bersyukur atas pencapaian yang diraih. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjadi CPNS tidak lepas dari perjuangan dan doa orang tua serta keluarga.
“Kalian sudah menjadi bagian dari ASN Pemprov NTB. Pencapaian ini adalah hasil perjuangan dan doa orang tua, pasangan, serta keluarga,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perubahan status sebagai aparatur sipil negara tidak boleh mengubah sikap dan kepribadian. Menurutnya, karakter yang baik tetap menjadi hal utama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Lebih lanjut, Wagub menyampaikan bahwa para peserta berasal dari latar belakang yang beragam. Namun, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk bekerja sesuai aturan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kita harus saling mendukung dan mematuhi regulasi. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan menjadi jalan menuju kesuksesan karier ke depan,” tambahnya.
Selain itu, ia mendorong seluruh peserta untuk terus belajar dan mengasah kemampuan, baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman kerja. Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi fondasi penting dalam membangun karier sebagai abdi negara.
Wagub juga mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan, termasuk dalam penggunaan atribut dan seragam ASN sebagai identitas resmi. “Disiplin adalah bagian dari profesionalitas. Jaga itu dengan baik,” tegasnya.
Menutup arahannya, Wagub menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta Latsar dan berpesan agar terus menjalin persaudaraan. “Terus saling mendoakan, karena sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, kalianlah yang akan menjadi pemimpin,” pungkasnya. (*)













