
SOROTI EMPAT ISU STRATEGIS SUMBAWA
NUSRAMEDIA.COM — Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov, menghadiri sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Paripurna 17 April Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Dalam amanatnya, Nanang Nasiruddin membuka dengan nada empati mendalam. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk sejenak menundukkan kepala, mengingat duka yang tengah menyelimuti sejumlah wilayah.
Khususnya dilingkup Kabupaten Sumbawa akibat musibah kebakaran rumah warga. Pria yang juga Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumbawa itu menyampaikan apresiasi tinggi.
Terutama kepada para petugas pemadam kebakaran yang telah bekerja cepat dan berani dalam menangani musibah tersebut, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa demi keselamatan masyarakat.
“Upacara ini bukan sekedar rutinitas melainkan ruang sinkronisasi antara jeritan rakyat dan kebijakan pemerintah. Sebagai fungsi pengawasan, DPRD mencatat beberapa persoalan krusial yang harus segera kita tuntaskan bersama,” ujarnya.
■ JERITAN PETANI DI TENGAH PANEN RAYA
Ketua DPRD Nanang Nasiruddin juga menyoroti kondisi petani di Kabupaten Sumbawa yang justru merugi saat panen raya. Sebagai daerah lumbung pangan, kondisi ini dinilai ironis.
Curah hujan tinggi serta minimnya fasilitas pengering (dryer) menyebabkan kadar air jagung dan padi meningkat, yang berujung pada anjloknya harga jual.
DPRD, kata Nanang, telah melakukan koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) untuk mendesak bantuan mesin pengering dan alat pertanian lainnya untuk segera direalisasikan.
Tak hanya itu, dia juga menekankan pentingnya keakuratan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), agar bantuan pusat tepat sasaran dan tidak menumpuk sia-sia di gudang.
“Saya minta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memastikan para CPCL kita harus akurat. Jangan sampai bantuan pusat hanya menumpuk di gudang tanpa termanfaatkan oleh petani kecil,” pintanya.
■ KRISIS “GAS MELON” : RAKYAT TERHIMPIT, PENGAWASAN DIPERTANYAKAN
Dikesempatan ini pula, Ketua Persatuan Sepakbola Indonesia Sumbawa (Persisum) tersebut bahkan menyoroti soal kelangkaan LPG 3 kilogram atau “gas melon” menjadi sorotan serius.
Selain langka, kata dia, harga di lapangan juga kerap melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), yang semakin membebani masyarakat kecil. DPRD tengah mengupayakan penambahan kuota hingga 16.897 metrik ton ke Dirjen Migas.
Namun, Nanang Nasiruddin mengingatkan, penambahan kuota tidak akan efektif tanpa pengawasan ketat di tingkat distribusi. Oleh karenanya, terkait ini ia menyampaikan harapannya.
Yakni, pihaknya meminta tim pengawas yang telah dibentuk pemerintah daerah (pemda) untuk bertindak tegas terhadap pangkalan atau pengecer yang melanggar aturan.
“Jika ada yang nakal, cabut izinnya. Jangan biarkan hak rakyat miskin dinikmati oleh oknum yang tidak berhak,” tegas pria yang akrab disapa Dea Busing Kalanis ini.
■ MENJAGA MARWAH DEMOKRASI DESA
Disisi lain, ia juga mengatakan bahwa Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi demokrasi desa di Kabupaten Sumbawa, dengan pelaksanaan Pilkades serentak di 21 desa.
Nanang Nasiruddin mengingatkan seluruh ASN dan aparat desa untuk menjaga netralitas serta tidak terlibat dalam praktik politik tersembunyi. “Ini adalah ujian kematangan demokrasi kita,” katanya.
Oleh karena itu, Ketua DPRD Sumbawa itu berharap Pilkades berjalan jujur dan adil, sehingga melahirkan pemimpin desa yang benar-benar berkomitmen membangun desa, bukan hasil dari transaksi politik.
“Jaga netralitas, hindari menjadi ‘pemain dibalik layar’. Mari kita kawal agar pilkades berjalan jujur dan adil,” tegas Nanang Nasiruddin sembari berharap agar pemimpin yang lahir benar-benar amanah.
■ SUMBAWA HIJAU LESTARI : ANTARA NAFKAH DAN KELESTARIAN
Ditegaskannya bahwa, komitmen menjaga lingkungan juga menjadi perhatian utama. “Kita tidak ingin anak cucu kita mewarisi tanah yang kering dan bendungan yang dangkal,” ujarnya.
Nanang menegaskan bahwa kebijakan larangan menanam jagung di kawasan hutan bukan untuk menghalangi mata pencaharian petani, melainkan untuk menjaga kelestarian alam dan tata ruang.
“Saya mendukung penuh program agroforestri. Mari kita ubah mindset masayrakat dari merusam menjadi menanam kembali, demi sumbawa yang hijau lestari,” tegasnya lagi.
■ AJAKAN KEMBALI KE MARWAH PENGABDIAN
Menutup amanatnya, Ketua DPRD Nanang Nasiruddin mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan untuk kembali pada semangat pengabdian “Sabalong Samalewa”.
Maka dari itu, dia menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral antar instansi. Menurutnya, masyarakat di ‘Tana Samawa’ tidak membutuhkan tumpukan laporan, melainkan bukti nyata kerja pemerintah dan DPRD.
“Marilah kita bekerja dengan hati, bekerja dengan integritas, dan bekerja dengan tulus. Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dalam mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)














