PT Bank NTB Syariah kembali memperluas inovasinya dengan menghadirkan layanan POJOK NTBS di Pasar Acc Ampenan, Kota Mataram. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Setelah mencatat keberhasilan dalam mendorong digitalisasi di Pasar Dasan Agung, PT Bank NTB Syariah kembali memperluas inovasinya dengan menghadirkan layanan POJOK NTBS di Pasar Acc Ampenan, Kota Mataram. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis ekosistem digital.

Kehadiran POJOK NTBS di kawasan strategis Ampenan dirancang untuk mendekatkan layanan perbankan syariah langsung ke pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pendampingan digital bagi pedagang pasar.

Baca Juga:  Kolaborasi Pemkab Sumbawa Cetak Mekanik Alat Berat Unggul

Sebagai titik integrasi layanan, POJOK NTBS memberikan asistensi langsung kepada pelaku usaha dalam beradaptasi dengan sistem transaksi non-tunai secara real-time. Pedagang dapat memperoleh bantuan teknis penggunaan QRIS, sekaligus memahami manfaat digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi usaha.

Adapun layanan unggulan yang tersedia meliputi pendampingan implementasi QRIS dan aplikasi digital, sosialisasi pembiayaan UMKM berbasis sektor produktif, serta konsultasi layanan perbankan syariah yang inklusif.

Sub Branch Manager Bank NTB Syariah KC Ampenan, I Wayan Sudiasa Indrawan, menjelaskan bahwa pemilihan Pasar Acc Ampenan didasarkan pada potensi ekonomi yang besar serta antusiasme tinggi dari para pedagang.

Baca Juga:  Dukung Sensus Ekonomi 2026, Bapperida Sumbawa Serukan Partisipasi Jujur

“Melalui POJOK NTBS, kami ingin memastikan layanan perbankan semakin dekat dengan masyarakat. Pedagang kini tidak perlu datang ke kantor cabang, cukup di pasar mereka sudah bisa mendapatkan pendampingan transaksi digital maupun konsultasi keuangan,” ujarnya.

Model pengembangan ini mengacu pada keberhasilan implementasi di Pasar Dasan Agung yang telah mencatat lebih dari 129 merchant aktif dalam ekosistem digital.

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi pasar tradisional di Kota Mataram. Transformasi dari transaksi tunai ke non-tunai dinilai mampu meningkatkan transparansi, keamanan, serta efisiensi dalam aktivitas perdagangan.

Baca Juga:  Bersama Hiu Paus di Teluk Saleh, Cara Unik Johan Rosihan Rayakan Milad PKS ke-24

Bank NTB Syariah mencatat pertumbuhan positif transaksi QRIS di pasar tradisional di Nusa Tenggara Barat. Dengan ekspansi POJOK NTBS ke berbagai pasar strategis, bank optimistis inklusi keuangan syariah akan meningkat signifikan hingga akhir 2026. (*)