
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, menitipkan pesan kuat kepada Gubernur dan jajaran Dinas Tenaga Kerja agar menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada buruh perempuan.
Pesan itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam dialog Hari Buruh bertajuk “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama” yang digelar di Kantor Dinas Nakertrans NTB, Jumat (1/5/2026) kemarin.
Dalam forum tersebut, Wagub menyoroti beratnya peran ganda perempuan yang tidak hanya bekerja, tetapi juga memikul tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.
“Saya menitipkan harapan kepada Pak Gubernur, khususnya bagi buruh perempuan agar mendapatkan perhatian lebih. Mereka bukan hanya pekerja, tapi juga istri, ibu, bahkan kepala rumah tangga,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan regulasi, terutama terkait pengaturan jam kerja dan penyediaan fasilitas pendukung yang ramah perempuan.
Menurutnya, kebijakan ketenagakerjaan tidak boleh berhenti pada isu Upah Minimum Provinsi (UMP), tetapi harus menyentuh aspek kesejahteraan yang lebih spesifik.
Dorongan ini dinilai mendesak, mengingat lebih dari 50 persen pekerja migran asal NTB adalah perempuan. Fakta tersebut menunjukkan peran strategis perempuan dalam menopang ekonomi keluarga sekaligus sektor industri.
“Perempuan punya kontribusi besar. Kalau mereka terlindungi, maka sektor kerja juga akan lebih stabil dan produktif,” ujarnya. Lebih jauh, Wagub menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei harus dimaknai sebagai momentum refleksi, bukan sekadar seremoni tahunan.
“May Day ini jadi ruang evaluasi. Apa yang kurang tahun lalu, dan apa target kita ke depan. Pemerintah harus hadir, mendengar langsung persoalan buruh, lalu mencari solusi bersama,” katanya.
Ia berharap dialog antara pemerintah dan berbagai asosiasi buruh terus diperkuat, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan, khususnya bagi buruh perempuan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. (*)













