Nampak Ketua TP PKK NTB Hj Sinta Agathia M Iqbal didampingi Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. H. Ahsanul Khalik. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (TP PKK NTB), Sinta M. Iqbal, mengajak para santri memanfaatkan masa muda sebagai periode terbaik untuk membangun ilmu pengetahuan, karakter, serta keterampilan sebagai bekal menghadapi masa depan. Pesan tersebut disampaikannya saat mengunjungi Yayasan Darul Falah di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (2/7/2026).

Di hadapan para santri, Sinta menegaskan bahwa kesempatan menempuh pendidikan di pondok pesantren merupakan nikmat yang harus disyukuri dan dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, masa remaja adalah fase penting untuk memperkaya wawasan, memperkuat akhlak, sekaligus membangun kualitas diri.

“Masa muda adalah waktu terbaik untuk belajar. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan. Apa yang dipelajari hari ini akan menjadi bekal ketika kalian dewasa nanti,” ujarnya.

Ia juga mendorong pondok pesantren agar terus bertransformasi menjadi pusat pembinaan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan hidup (life skills) dan jiwa kewirausahaan sehingga mampu mandiri serta berkontribusi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Iqbal Ajak Para Ayah Jadi Role Model, Cegah NTB Terjebak Fenomena Fatherless Country

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK NTB turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan remaja serta mencegah pernikahan usia dini. Menurutnya, kesiapan fisik, mental, pendidikan, dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.

“Menikah bukan solusi atas persoalan hidup. Persiapkan diri sebaik mungkin melalui pendidikan dan pengembangan diri agar kelak mampu membangun keluarga yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Khusus bagi remaja putri, Sinta mengajak untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mempersiapkan kehamilan yang sehat di masa depan guna mencegah risiko stunting pada anak.

Ia juga memberikan motivasi kepada santri yang berasal dari keluarga pekerja migran agar tetap bangga terhadap perjuangan orang tua mereka.

“Balaslah perjuangan orang tua dengan belajar sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang lebih baik, lebih berpendidikan, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak, Sinta menyerahkan 50 paket olahan ikan kepada para santri. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kampanye peningkatan konsumsi pangan bergizi dalam rangka percepatan penurunan stunting di NTB.

Baca Juga:  Intervensi Serentak Dimulai, NTB Percepat Penurunan Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Usai mengunjungi pondok pesantren, Ketua TP PKK NTB melanjutkan kegiatan dengan meninjau Posyandu di Desa Lendang Nangka Utara. Ia mengajak kader Posyandu dan para ibu memperkuat edukasi mengenai gizi keluarga, pola pengasuhan anak, serta membangun kebiasaan hidup sehat melalui pertemuan rutin minimal sekali setiap pekan.

Menurutnya, lingkungan yang positif memiliki peran besar dalam membentuk perilaku sehat anak. Karena itu, kader Posyandu diharapkan menjadi pendamping keluarga yang aktif memberikan edukasi, motivasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Sinta juga menegaskan bahwa pengasuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah. Ia mengimbau seluruh anggota keluarga, termasuk ayah maupun kakek, untuk tidak merokok di dalam rumah atau di sekitar anak demi melindungi kesehatan dan pertumbuhan mereka.

Sementara itu, Kepala Yayasan Darul Falah, Ustadz Awaludin, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak pekerja migran, yatim piatu, anak terlantar, serta mereka yang kehilangan pengasuhan akibat berbagai persoalan sosial.

Saat ini Yayasan Darul Falah membina lebih dari 400 santri mulai jenjang TK, SD, SMP hingga rumah tahfiz. Sebanyak 107 santri tinggal di asrama, dengan mayoritas merupakan anak pekerja migran atau diasuh oleh kakek dan nenek karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Baca Juga:  NTB Raih Penghargaan BSSN, Seluruh Kabupaten/Kota Resmi Terhubung dalam Sistem Keamanan Siber Nasional

Selain menyelenggarakan pendidikan formal dan pendidikan Al-Qur’an, yayasan juga aktif menjalankan program sosial. Selama Ramadan lalu, lembaga tersebut menyalurkan sekitar 14 ton beras kepada masyarakat di sejumlah desa berkat dukungan donatur dari Singapura, Jerman, Inggris, dan Australia. Dalam waktu dekat, yayasan juga akan membangun 14 unit MCK di berbagai fasilitas umum untuk mendukung peningkatan sanitasi masyarakat.

“Kami menyadari fasilitas yang kami miliki masih sangat sederhana. Namun kami berkomitmen memberikan kasih sayang, pendidikan, dan pendampingan terbaik agar mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Ustadz Awaludin.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi kontribusi Yayasan Darul Falah dalam mendukung pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan berbagai mitra diharapkan terus diperkuat guna mewujudkan generasi NTB yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (*)